Soroti Prabowo yang Sindir Pihak Kapitalis dan Antek Asing, Ardianto Satriawan: Semua Disalahkan Kecuali Dirinya

Ket. Foto potret Presiden Prabowo ketika meluncurkan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
Ket. Foto potret Presiden Prabowo ketika meluncurkan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Source: (Foto/Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Nasional, gemasulawesi - Presiden RI Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan yang mengundang respons publik, terutama dari kalangan akademisi dan pegiat media sosial.

Dalam pernyataannya saat meresmikan 80.081 unit Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) secara serentak di seluruh Indonesia, Presiden Prabowo kembali menyentil kelompok yang kerap ia sebut sebagai kaum kapitalis, neoliberal, dan antek asing yang dinilainya mengganggu kedaulatan bangsa.

Acara peresmian tersebut digelar di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 21 Juli 2025.

Sindiran itu tidak berlalu begitu saja. Ardianto Satriawan, seorang akademisi sekaligus figur aktif di media sosial, turut menanggapi pernyataan tersebut.

Baca Juga:
Farhat Abbas Minta Publik Tak Lagi Permasalahkan Ijazah Jokowi, Said Didu: Setuju Asal Jokowi Tunjukkan Ijazah Aslinya

Ia menilai bahwa sikap Prabowo terkesan selalu mengarahkan kesalahan ke pihak lain tanpa melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.

Pernyataan Ardianto ini disampaikan melalui akun X miliknya @ardisatriawan pada Rabu, 23 Juli 2025.

“Semua disalahkan kecuali dirinya sendiri,” tulis Ardianto dalam unggahannya di platform X, yang kemudian mengundang perhatian publik dunia maya.

Unggahan tersebut langsung mendapat berbagai reaksi dari pengguna media sosial lainnya.

Baca Juga:
Kejagung Soroti Kredit Fantastis dari Tiga Bank Daerah ke Sritex, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

Sebagian besar warganet menunjukkan persetujuan terhadap pernyataan Ardianto, menilai bahwa kritiknya tepat sasaran dan mewakili keresahan banyak pihak terhadap narasi yang sering dibawa oleh Prabowo dalam berbagai kesempatan.

Salah satu pengguna dengan nama akun @goo*** bahkan membalas, “Oh, itumah paling benar,” menandakan dukungan terhadap pendapat Ardianto.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana setiap ucapan pemimpin negara sangat mungkin mendapatkan perhatian besar dari masyarakat, terutama di era digital saat ini.

Media sosial pun menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengkritisi atau mendukung opini publik dan kebijakan yang pejabat tinggi negara sampaikan.

Baca Juga:
Prabowo Anggap Indonesia Baik-baik Saja, Denny Siregar: Wajar, Tidak Pernah Merasakan Naik Angkot Kemana-mana

Polemik seperti ini juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang bagaimana seorang kepala negara menyusun narasi dalam pidato-pidatonya.

Saat menghadirkan kritik terhadap sistem global atau pihak eksternal, penting juga bagi seorang pemimpin untuk menunjukkan konsistensi dalam sikap dan tindakan.

Seiring dengan itu, komentar-komentar seperti yang dilontarkan Ardianto Satriawan menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

Ia tidak hanya mengungkapkan kritik, tapi juga menyuarakan pentingnya refleksi dari pemimpin atas kebijakan dan komunikasi publik yang dibawanya. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Farhat Abbas Minta Publik Tak Lagi Permasalahkan Ijazah Jokowi, Said Didu: Setuju Asal Jokowi Tunjukkan Ijazah Aslinya

Said Didu menanggapi pernyataan Farhat Abbas yang mengimbau publik untuk tidak lagi mempermasalahkan isu ijazah palsu Jokowi

Kejagung Soroti Kredit Fantastis dari Tiga Bank Daerah ke Sritex, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

Kejagung mengungkap bahwa negara mengalami kerugian besar yang nilainya mencapai triliunan rupiah akibat dari kasus Sritex

Respons KPK Soal Peluang Panggil Nadiem Makarim Terkait Dugaan Korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek

KPK buka peluang panggil Nadiem Makarim, dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan Google Cloud Kemendikbudristek

Warganet Menilai Vonis Tom Lembong Berkaitan dengan Isu Politik, PN Jakarta Pusat Beri Respons Begini

PN Jakarta Pusat menyampaikan respons resmi terhadap sorotan publik yang ramai disuarakan melalui media sosial terkait vonis Tom Lembong

Prabowo Anggap Indonesia Baik-baik Saja, Denny Siregar: Wajar, Tidak Pernah Merasakan Naik Angkot Kemana-mana

Pegiat medsos, Denny Siregar menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait kondisi Indonesia saat ini

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;