DPR Minta Gandeng Kepolisian Usut Dugaan Pemerasan Anggota BNPB

<p>Foto: Pemerasan anggota BNPB.</p>
Foto: Pemerasan anggota BNPB.

Berita nasional, gemasulawesi– DPR minta gandeng kepolisian usut dugaan pemerasan anggota BNPB, terhadap pelaku perjalanan internasional saat karantina di hotel.

“Karena tindakan itu sudah memenuhi unsur tindak pidana, karena adanya pemerasan jika terbukti benar adanya demikian,” ungkap Nurhadi, Anggota Komisi IX DPR saat dihubungi, Sabtu 17 Juli 2021.

Pihaknya mengingatkan, bagaimana kondisi bangsa saat ini fokus melawan pandemi Covid-19.

Baca juga: Tanggap Corona, Parigi Moutong Hapus Pajak Hotel dan Restoran

Adanya kabar terkait dugaan pemerasan anggota BNPB itu beredar, tentunya membuat dirinya bertanya mengapa masih ada oknum memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Kita sudah tahu bagaimana kondisi bangsa lagi fokus melawan pandemi Covid-19, kok masih ada oknum memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan pribadi,” ujarnya.

Pihaknya mendorong dapat mengusut tuntas dan melaporkan perkara pemerasan anggota BNPB itu kepada publik. Pasalnya, apabila dugaan kasus itu tidak diusut tuntas, maka dapat menimbulkan persepsi buruk publik terkait lembaga negara.

“Apalagi BNPB sebagai lembaga membuat dan menentukan regulasi terkait karantina bagi perjalanan dari luar negeri baik WNA maupun WNI,” jelasnya.

Sebab, dikhawatirkan BNPB sebagai lemabaga membuat regulasi namun, oknum anggotanya sendiri melanggar.

Terakhir, Nurhadi bahkan mengutuk keras kasus dugaan pemerasan anggota BNPB terhadap pelaku perjalanan internasional saat melakukan karantina di hotel. Pihaknya tidak ingin kasus itu mencederai hati rakyat di tengah pandemi terjadi berulang.

“Kita tidak ingin kasus Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 mencederai hati rakyat, ditambah lagi munculnya oknum-oknum baru mencari keuntungan dalam kondisi pandemi ini terjadi lagi,” tegasnya.

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja Asing China Masuk Sulsel Sejak Januari 2021

Dugaan pemerasan melibatkan oknum petugas BNPB

Sebelumnya, BNPB menerima informasi terkait dugaan pemerasan melibatkan oknum petugas BNPB terhadap pelaku perjalanan internasional saat melakukan karantina di hotel.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari membantah pihaknya terlibat dalam pemerasan pelaku perjalanan itu.

Ada tiga dugaan kejahatan dibantah BNPB, yaitu pertama, melakukan tes PCR di hotel-hotel karantina. Kedua, petugas BNPB tidak mengizinkan pelaku perjalanan internasional sedang karantina untuk mendapatkan tes pembanding. Ketiga, menawarkan ambulans berbayar. (***)

Baca juga: BNPB Investigasi Dugaan Kejanggalan Pelaksanaan Karantina

...

Artikel Terkait

wave

Tidak Daftar Ulang, 167 Mahasiswa Unand Disebut Mengundurkan Diri

167 orang mahasiswa Unand, Padang, Sumatera Barat, mengundurkan diri karena tidak mendaftar ulang selama dua semester berturut-turut.

137 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Diminta Segera Dihabiskan

Sebanyak 137 juta dosis vaksin covid-19 sudah diterima Indonesia, diminta untuk segera dihabiskan, dan tidak menyimpannya sebagai stok.

Kemensos Diminta Segera Cairkan Program Bansos

Jokowi) meminta Kementerian Sosial tidak ragu-ragu dan segera mencairkan program Bansos untuk masyarakat terkait PPKM darurat.

Rp2,4 Triliun, Dana Hibah Pelaku Sektor Pariwisata

Kemenparekraf menyiapkan dana hibah pelaku sektor pariwisata terdampak pandemi Covid-19 sebesar Rp2,4 triliun, saat PPKM darurat.

PLN Segera Bangun PLTP Mataloko Kapasitas 20 MW

PT PLN (Persero) akan segera membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP Mataloko dengan kapasitas 20 megawatt

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;