Kemensos Tambah Dapur Umum Bagi Penyintas Gempa Cianjur

<p>Ket Foto: Kemensos sediakan dapur umum bagi penyintas gempa Cianjur. (Foto/Facebook Kementerian Sosial RI)</p>
Ket Foto: Kemensos sediakan dapur umum bagi penyintas gempa Cianjur. (Foto/Facebook Kementerian Sosial RI)

Berita Nasional, gemasulawesi – Kementerian Sosial (Kemensos) menambah dapur umum yang memasok makanan siap saji bagi penyintas gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangannya mengatakan, hingga 16 dapur umum beroperasi di 16 titik lokasi di Cianjur, dan akan bertambah lagi kedepannya.

Dapur umum ini dapat menyediakan lebih dari 27.000 porsi makanan bagi pengungsi gempa Cianjur.

Namun, menurut Risma, jumlah tersebut tidak cukup mengingat kebutuhan makan yang tinggi dan ketersediaan bahan baku yang terbatas.

Baca: Update Korban Gempa Cianjur, Total 310 Orang Meninggal Dunia

“Ayam atau telur misalnya, bahan bakunya terbatas. Makanya kita bangun satu (dapur umum) di Taman Makam Pahlawan, satu lagi di Bekasi di Pangudi Luhur Sentra,” kata Mensos Risma, Jumat 25 November 2022.

Setelah lau pauk siap, segera dikirim ke warga yang membutuhkan di lokasi bencana, untuk nasi akan kami masak disana.

Sejauh ini, Kemensos terus menyiapkan kantin umum yang memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi di posko dan yang mengungsi secara mandiri.

Baca: BNPB Catat 272 Orang Meninggal Akibat Gempa Cianjur

Selain dapur umum, Risma mengatakan Kemensos akan membuka posko di kantor pusat di Salemba.

Posko ini didedikasikan untuk menampung dan mendistribusikan bantuan masyarakat kepada para penyintas gempa Cianjur.

Tidak hanya itu, Kemensos juga telah membuka penggalangan dana dimana masyarakat dapat berdonasi ke Rekening BNI 04615720 atas nama RPL182 Dit PSDBS Hibah Kemensos 2LLSHDT2.

Baca: Rumah Sakit di Bandung Rawat Ratusan Korban Gempa Cianjur

Sementara itu, Risma mengaku sejak gempa pada Senin 21 November 2022 telah menerjunkan 442 personil Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang didatangkan dari Provinsi Jawa dan Lampung.

Mantan Wali Kota Surabaya ini juga memberangkatkan tim dari Kementerian Sosial dari 13 sentra dan unit untuk menjaga berbagai titik evakuasi.

Menurut Risma, Kementerian Sosial saat ini fokus pada pendistribusian di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan besar.

Baca: BNPB Fokus Cari Korban Gempa Cianjur Dalam Waktu Tiga Hari

Akses distribusi bantuan terhambat oleh jalan yang sempit dan banyaknya kendaraan bantuan yang tiba di Cianjur.

“Sekarang kami sedang mencari mobil kecil untuk kesana karena begitu sampai di persimpangan sangat sulit untuk ditempuh,” katanya.

Kemudian, Risma mengatakan karena untuk kebutuhan medis, pihaknya telah memberangkatkan tim medis dari Kementerian Sosial untuk membantu pengobatan warga di posko pengungsian dan posko mandiri.

Baca: Pemkot Palu Galang Dana Bagi Korban Gempa Cianjur

Risma mengatakan hal ini bertujuan untuk meringankan beban rumah sakit yang saat ini telah melebihi kapasitas.

“Sekarang tenaga medis akan berkeliling. Kemarin teman-teman kami juga merawat peasien hingga meninggal dunia di posko pengungsian. Jenazahnya kami rawat sampai dimakamkan,” kata Risma.

Risma juga pernah membantu masyarakat yang membutuhkan kain kafan karena banyaknya permintaan kain kafan yang viral di media.

Baca: Tim SAR Fokus Cari Ratusan Orang Hilang Pascagempa di Cianjur

Tidak hanya kafan, Kemensos juga telah menyalurkan bantuan sembako berupa makanan siap saji, bekal anak, lauk pauk, foodware dan sembako.

Sementara itu, bantuan sandang diberikan berupa pakaian dewasa, selimut, setrika, perlengkapan anak, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan keluarga dan perlengkapan kebersihan diri. Untuk tempat tinggal sementara, Dinas Sosial menyediakan alas tidur, tenda keluarga, tenda lipat, tenda serbaguna, tenda utama, genset portable, velbed, alas tidur, dan peralatan dapur.

“Kemensos juga menerjunkan mobil ambulans dan sumur bor untuk menyediakan air minum bagi warga yang mengungsi akibat gempa,” tambahnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Update Korban Gempa Cianjur, Total 310 Orang Meninggal Dunia

Update data saat ini tim gabungan kembali temukan korban meninggal dunia yang terkena dampak gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Senin

Pemda Yogyakarta Memberikan Penjelasan Mengenai Susunan Acara Pernikahan Kaesang

Pemda Yogyakarta angkat bicara usai menerima jadwal prosesi pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudomo acara

BNPB Catat 272 Orang Meninggal Akibat Gempa Cianjur

BNPB sejauh ini mencatat 272 orang meninggal akibat bencana gempa Cianjur. Data tersebut berdasarkan proses riset yang dilakukan tim evakuasi

Rumah Sakit di Bandung Rawat Ratusan Korban Gempa Cianjur

hingga Kamis 24 November 2022 merawat ratusan korban gempa pasien rujukan dari rumah sakit di Kabupaten Cianjur.

BNPB Fokus Cari Korban Gempa Cianjur Dalam Waktu Tiga Hari

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) mengatakan pihaknya akan fokus lakukan pencarian korban gempa Cianjur

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;