Indonesia Diprediksi Bakal Menjadi Negara Ekonomi Terbesar ke-4

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Ilustrasi Grafik Eknonomi. (Foto/Pixabay

, gemasulawesi – Sean William Henley, Komisaris Utama PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH), mengatakan akan tumbuh menjadi dengan kekuatan besar di peta dalam beberapa dekade mendatang.

Abad ke-21 menandai ayunan pendulum kekuatan . - berkembang di Asia terus bertransformasi menjadi raksasa dan tinggal menunggu untuk menggulingkan dominasi Amerika dan Eropa.

Kabar baiknya, sedang dalam perjalanan untuk menjadi dengan kekuatan elit.

Baca: Ini Titik Rawan Kemacetan Sulawesi Selatan Saat Liburan Akhir Tahun

“Tahun 2050 akan menjadi momentum di mana  akan menjadi  terbesar keempat di dunia,” ujarnya.

Optimisme terhadap proyeksi  tercermin dalam kajian  Economics Paper terbaru yang baru-baru ini dirilis oleh Goldman Sachs. Proyeksi ini memperkuat penelitian beberapa lembaga  lainnya.

Misalnya, PricewaterhouseCoopers (PwC) dan The Economist Intelligence Unit (EIU) juga memprediksi bahwa  akan menjadi pemain kunci dalam  global dan peringkat keempat di antara  global pada tahun 2050.

Baca: Hotel di Bali Penuh Menjelang Tahun Baru 2023

Hingga tahun 2021, Amerika Serikat (AS) akan tetap berada di puncak daftar  terbesar dunia dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar $22,996 miliar.

Tiongkok berada di urutan kedua dengan PDB sebesar $17,734 miliar. Dengan PDB sebesar US$1,186 miliar, saat ini menempati urutan ke-16 dunia.

Hal ini karena proyeksi ekonomi disusun berdasarkan berbagai asumsi yang melibatkan banyak komponen yang terkait dengan daya saing suatu .

Baca: Jalur Jalan Tertutup di Sangihe Sudah Bisa Dilalui

Salah satunya adalah transformasi di bidang infrastruktur yang mendapat perhatian serius dari pemerintah saat ini.

“Namun demikian, hal ini harus dibarengi dengan transformasi di berbagai bidang lainnya, agar kelemahan struktur daya saing dapat terus menguat. Satu hal yang perlu mendapat perhatian serius adalah transformasi sektor ,” ujarnya.

Kualitas Faktor Penentu Perekonomian

Mengapa? Kualitas sektor di  maju merupakan bukti empiris akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan suatu bangsa. Ekonom peraih Nobel T.

W. Schultz mengatakan, investasi di bidang pendidikan sangat terkait dengan tingkat peningkatan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan daya beli dan menjadi penggerak perekonomian.

Namun, meningkatkan kualitas pendidikan tidaklah mudah. Ketidaksesuaian lulusan dengan tuntutan dunia kerja menjadi isu kritis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di 

Baca: Dua Dekade Parigi Moutong, Harus Bisa Menggenjot Pembangunan

Selain itu, kesenjangan mutu lembaga pendidikan di Jawa dan luar Jawa masih menjadi tantangan.

Direktur Senior PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) Billy Andrian menambahkan, aneka sektor pendidikan tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.

Harus ada terobosan dan inovasi agar gelombang transformasi pendidikan bisa bergerak lebih cepat dan jangkauannya lebih luas.

“Perkembangan teknologi pendidikan (edutech) dapat menjadi game-changer dalam proses transformasi pendidikan di ,” ungkapnya.

Baca: Rumah BUMN Dorong Transformasi Digital Bagi Pelaku Usaha di Parimo

Proses belajar mengajar secara online, namun lebih luas dari itu, karena mencakup Learning Management System (LMS).

Diagram ini dikembangkan oleh PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) melalui platform EDUFECTA.

CEO PT Technomedia Interkom Cemerlang (EDUFECTA) Ucu Komarudin mengatakan, melalui kerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI), tidak kurang dari 1.000 kampus di telah mendapatkan manfaat subsidi untuk mengoptimalkan penggunaan EDUFECTA.

Baca: Proyek Bahan Baku Baterai Indonesia Mengancam Dunia

Selain itu, 800 perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Pendidikan Tinggi Komputasi dan Komputasi (APTIKOM) juga termasuk dalam ekosistem EDUFECTA yang luas.

“Dengan konsep one stop solution, EDUFECTA kini menjadi bagian penting dari gerakan transformasi besar pendidikan tinggi di . Transformasi ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan mengantarkan tumbuh menjadi ekonomi global raksasa masa depan,” pungkasnya. (*/KSD)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.