Insiden Tarik Tambang Maut, Polrestabes Makassar Periksa Puluhan Saksi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Peserta lomba tarik tambang yang diselenggarakan IKA Unhas meninggal ditempat. (Foto/Facebook Asrul Prosyar)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Insiden yang di gelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) yang menewaskan satu orang, penyidik Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan periksa 25 saksi.

Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengatakan, proses penanganan kasus dugaan tindak pidana dalam pelaksanaan kegiatan tersebut semakin dipercepat dan puluhan saksi telah diperiksa.

“Sesuai laporan anggota yang diperiksa ada 25 orang,” katanya di Kota Makassar, Rabu, 21 Desember 2022.

Budi menambahkan, awalnya sembilan orang yang diperiksa, kemudian malamnya ditambah 16 orang. Jadi totalnya 25 orang.

Baca: Beredar Rekaman CCTV Korban Tarik Tambang IKA Unhas Sebelum Meninggal

Konon, kasus yang ditangani anggotanya masih dalam penyelidikan. Penyidik terus mencari keterangan dari saksi pendukung, ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.

Budi mengatakan para saksi yang dimintai keterangan adalah orang-orang yang terkait erat dengan insiden , termasuk mereka yang berada di tempat kejadian.

“Semua yang dimintai keterangan adalah masyarakat lokal dan orang-orang terkait lainnya,” katanya.

Baca: Lomba Tarik Tambang IKA Unhas Renggut Korban Jiwa

Sebelumnya, 5.000 peserta mengikuti tarik tambang untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).

Tarik tambang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar dan diselenggarakan oleh IKA Unhas.

Penyelenggara kegiatan telah menyiapkan tali sepanjang 1.540 meter dengan peserta yang berada di kedua sisi masing-masing sebanyak 2.500 orang.

Baca: Jelang Nataru, Stok Elpiji Subsidi di Sulteng Aman

Dalam pertandingan tersebut, terjadi insiden yang menewaskan seorang bernama Masita B, warga Jalan Kelapa Tiga, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Dia jatuh ke dalam saluran air karena tali mendorongnya begitu keras hingga kepalanya membentur beton. Akibatnya, korban mengeluarkan banyak darah.

Masita juga diketahui ketua RT 001, RW 007, Kelurahan Ballaparang.

Baca: RS Primaya Makassar Menawarkan Program Bayi Tabung Harga tidak Semahal Sebelumnya

Peserta lainnya mengalami memar dan berdarah akibat terjatuh.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, yang juga Ketua IKA Unhas Sulsel, tidak menyangka tarik ulur yang belum pernah terjadi sebelumnya akan memakan korban jiwa. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.