RS Primaya Makassar Menawarkan Program Bayi Tabung Harga tidak Semahal Sebelumnya

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Ilustrasi (Foto/Pixabay)

Sulawesi selatan, gemasulawesi – atau In Vitro Fertilization () tetap menjadi solusi bagi para orang tua yang kesulitan memiliki anak. Harganya tidak semahal dulu.

Di Primaya atau misalnya. Baik suami maupun istri kini dapat mengikuti dengan harga yang lebih terjangkau.

Direktur pertama PT Primaya Ade Gustian Yuwono mengatakan perusahaannya menilai  sebesar Rp 65 juta.

Baca: Beredar Rekaman CCTV Korban Tarik Tambang IKA Unhas Sebelum Meninggal

Harganya lebih murah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami selalu memangkas biaya agar lebih terjangkau, 40% lebih murah dari tempat lain,” kata Ade di Makassar.

Ade mengatakan, ada banyak alasan mengapa dianggap lebih mahal. Salah satunya karena harga obat yang digunakan pada fase stimulasi, Kemudian pengaruh usia pasien.

Baca: Putri Duyung Diklaim Pernah Terbukti Keberadaannya? Berikut Ulasannya!

Semakin tua usianya, semakin banyak dosis obat yang diberikannya. Penyebab lain oleh tenaga medis.

“Dibanding negara tetangga, obat kita jauh lebih mahal. Kita Pun Menginginkan hasul yang terbaik (Obat) jangan sampai overdosis. Jahat pasangannya. Dia bayar mahal tapi sia-sia (gagal).

jadi harus dengan dosis yang tepat. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit,” katanya. Namun dengan hadirnya Primaya, animo masyarakat terhadap   semakin meningkat.

Baca: Jelang Nataru, Pertamina Siagakan Tujuh SPBU di Sultengbar

“Kami ingin membantu pasangan punya anak tanpa harus ke luar negeri,” katanya.

Eka mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir, klinik bayi tabung di Primaya Hospital Makassar memiliki lebih banyak dari 4.000 pasien. 1.500 dari jumlah ini telah dikonversi ke siklus .

Eka menjelaskan bahwa ada sekitar 72.000 pernikahan di Provinsi Sulawesi Selatan setiap tahunnya. 11% dari jumlah ini mengalami prevalensi infertilitas.

Baca: Kasus Covid di Sulawesi Utara Kembali Meningkat dari Juli Hingga Desember 65 Orang Dinyatakan Meninggal

Artinya setiap tahun ada tambahan 7.920 kasus pasangan infertil atau tidak subur,” ujarnya.

Saat ini layanan bayi tabung di rumah sakit Primaya Makassar hanya bisa melayani 350 pasangan per tahun.

Untuk itu Primaya memutuskan untuk menambah fasilitas klinik dan teknologi terbaru untuk dapat melayani 1.000 pasang dengan tingkat keberhasilan lebih dari 50%.

Baca: Adopsi Pedestarian Jepang, Pemkot Manado Hendak Percantik Trotoar di Beberapa Ruas Jalan

Spesialis Andrologi Rahmawati Thamrin mengatakan, wanita biasanya sulit hamil karena gangguan ovulasi.

Sedangkan laki-laki sulit memiliki keturunan karena kualitas air mani yang buruk.

Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan jumlah sperma. Seperti gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan merokok.

Baca: Ini Titik Rawan Kemacetan Sulawesi Selatan Saat Liburan Akhir Tahun

“Punya sperma belum tentu berkualitas,” ujar Rahma.

Keberhasilan bayi tabung bervariasi. Itu tergantung pada kualitas embrio potensial yang dihasilkan oleh sel telur dan sperma.

Dia mengakui, meski tingkat keberhasilan bayi tabung cukup tinggi, namun kemungkinan gagalnya juga tidak sedikit.

Proses bayi tabung seringkali gagal karena kehamilan pada tahap implantasi atau implantasi embrio yang telah dibuahi. Tidak ada jaminan bayi tabung dapat menghasilkan anak.

Baca: UMK Kota Kendari Tahun 2023 Resmi Naik Jadi Rp 2,9 Juta

Namun, kata Rahma, setidaknya ada satu teknologi yang bisa mencegah seorang wanita hamil.

“Sehingga ke depannya kami akan memperkenalkan alat atau teknologi yang dapat menyeleksi sperma dengan kualitas terbaik,” tutupnya. (*/KSD)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.