Adopsi Pedestarian Jepang, Pemkot Manado Hendak Percantik Trotoar di Beberapa Ruas Jalan

<p>Ket Foto: salah satu trotoar di Jepang yang nantinya bakal di Adopsi Manado. (Foto/Instagram/@konsulerjepang_mks)</p>
Ket Foto: salah satu trotoar di Jepang yang nantinya bakal di Adopsi Manado. (Foto/Instagram/@konsulerjepang_mks)

Sulawesi Utara, gemasulawesi – Dengan mengadopsi pedestarian di Jepang, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado berniat percantik trotoar yang ada di beberapa ruas jalan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat Kota Manado Jhon Suwu beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan trotoar yang akan dipercantik berada di kawasan Boulevard yaitu sepanjang trotoar Mega Mas, Wenang Utara, sampai ke taman God Bless, Sario Tumpaan.

Baca: Pemprov Sulsel Rencana Prioritaskan Pembangunan Bebarapa Ruas Jalan di Luwu Raya

Pedestarian ini nantinya disebut mirip dengan beberapa pedestarian di negara-negara Asia, misalkan saja Jepang atau Korea.

“Kita nantinya mempercantik pedestarian itu dengan pohon Tababuya yang daunnya menyerupai bunga sakura,” ujar Jhon Suwu.

Jhon Suwu juga memperlihatkan rancangan pedestarian tersebut yang jika dilihat memang menyerupai pedestarian yang berada di Jepang.

Baca: Nama Wawali Kota Makassar Dicatut Dalam Proposal Permohonan Bantuan Palsu

Sementara terkait niat Pemkot Manado percantik trotoar di kawasan Boulevard mendapat respon positif dari Ketua KNPI Manado, Natanael Pepah.

Menurutnya, perbaikan trotoar ini nantinya memberikan multiplier effect.

“Trotoar itu menarik masyarakat baik lokal maupun nasional, bahkan turis juga akan menikmati keindahan Kota Manado. Sehingga perputaran ekonomi di kawasan Bolevard on Bussines tersebut terjadi percepat. Para UMKM disekelilingnya pasti turut merasakan dampak,” ujar yang juga merupakan Ketua HIPMI Sulawesi Utara.

Baca: Jelang Nataru, BI Sulut Siapkan Dana Tunai Rp 2,3 Triliun

Lalu, Natan pula meyakini trotoar itu nanti menjadi tempat joging santai saat sore hari, menuju taman God Bless yang juga fasilitas olahraga.

“jadi ada efek di bidang olahraga juga kesehatan,” ujarnya.

Baginya, pembangunan Kota Manado harus terus didukungan seluruh pihak terlebih para Pemuda.

Baca: 632 Kuota Formasi PPPK Ditetapkan Kemenpan-RB Untuk Palu

“Mari terus mendukung pembangun Kota Manado, yang sementar juga yang akan dikerjakan Walikota,” pungkasnya. (*/NRU)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Pemprov Sulsel Rencana Prioritaskan Pembangunan Bebarapa Ruas Jalan di Luwu Raya

Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) akan memprioritaskan pembangunan beberapa ruas jalan yang ada di Luwu Raya.

Nama Wawali Kota Makassar Dicatut Dalam Proposal Permohonan Bantuan Palsu

Beredar sebuah proposal permohonan permintaan bantuan dana jelang tahun baru diduga mencatut nama Wawali Kota Makassar.

Tebing Berlubang Pantai Serena yang Sering Dijadikan Spot Foto Wisatawan Ambruk

Spot foto hist di Pantai Serena Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara yaitu tebing berlubang yang membentuk lengkungan ambruk.

Jelang Nataru, BI Sulut Siapkan Dana Tunai Rp 2,3 Triliun

(BI) perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) siapkan dana tunai Rp 2,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

632 Kuota Formasi PPPK Ditetapkan Kemenpan-RB Untuk Palu

Sebanyak 632 kuota formasi Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ditetapkan kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Palu

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;