Jelang Nataru, BI Sulut Siapkan Dana Tunai Rp 2,3 Triliun

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Mata uang rupiah (Foto Ilustrasi/Pixabay)

Berita Sulawesi Utara, gemasulawesi – Jelang Natal dan Tahun Baru () Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) siapkan dana tunai Rp 2,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di daerah itu.

Hal itu diungkapkan Kepala BI Perwakilan Sulut Andry Prasmoko, di Manado, Minggu 18 Desember 2022.

“Kebutuhan uang kartal di Sulut sebelum Natal 2022 adalah Rp 2,3 triliun, meningkat 23,16% dibandingkan kebutuhan uang rupiah tahun 2021 sebesar Rp 1,9 triliun,” ucap Andy Prasmoko.

Dia mengatakan siapkan dana terdiri dari uang pecahan besar (UPB) Rp 2,2 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp 116 miliar.

Baca: Puluhan WNI Asal Sulut Jadi Korban Trafficking di Kamboja

Kenaikan permintaan devisa ini, kata dia, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan I 2022 sebesar 6,62 (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebesar 4,16 persen (yoy).

Dia menegaskan peningkatan aktivitas masyarakat, pusat perbelanjaan, konser musik, hiburan meningkatkan sirkulasi kebutuhan uang.

Selain itu, BI dan bank sedang menyiapkan uang baru untuk tahun penerbitan 2022 dalam pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 untuk masyarakat Sulut dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

baca: PAD Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Mencapai Miliaran Rupiah

Secara keseluruhan, permintaan uang tunai di Sulut akan mencapai Rp8,8 triliun pada tahun 2022, meningkat 28,44% dibandingkan permintaan uang tunai tahun 2021 sebesar Rp6,9 miliar.

BI juga mengimbau masyarakat untuk menukarkan rupiah di tempat-tempat resmi yakni perbankan melakukan penukaran dan mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.