2021, Parimo Kembali Target Predikat Kabupaten Layak Anak

<p>Foto: Aksi tanam mangrove dan bersih pantai SD Mertasari Parigi Moutong, Sulteng.</p>
Foto: Aksi tanam mangrove dan bersih pantai SD Mertasari Parigi Moutong, Sulteng.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=5QUMGCZ7U80[/embedyt]

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Tahun 2021, Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali menargetkan predikat kabupaten layak anak.

“Kami target melampaui capaian tahun 2019. Dimana tahun itu kami mendapat predikat kabupaten layak anak tingkat pratama,” ungkap Kartikowati, Kabid Perlindungan Perempuan, Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak, DP3AP2KB Parigi Moutong, di sela-sela rapat gugus tugas Kabupaten layak anak dan pelatihan sistem barbasis website, Selasa 10 Maret 2021.

Ia menyebut, pihaknya berupaya mendapat predikat lebih lagi seperti nindya ataupun madya.

Untuk meraih predikat kabupaten layak anak tingkat nindya maupun madya kata dia, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi.

Baca juga: Fasilitator Ajak Ikuti Jejak Parimo Penuhi Hak Anak

“Indikator itu misalnya kelembagaan seperti gugus tugas. Dan adanya kebijakan serta peraturan daerah yang memuat patokan agar Parimo menjadi kabupaten layak anak,” sebutnya.

Indikator lainnya yaitu semua anak di Parigi Moutong sudah mempunyai akte kelahiran. Kemudian, indikator menciptakan taman bermain ramah anak sebanyak mungkin disertai peningkatan kualitas.

Selanjutnya, pelayanan kesehatan seperti adanya Puskesmas ramah anak, menurunnya angka stunting, menurunnya gizi buruk dan kematian bayi maupun ibu diharapkan menurun serta kawasan bebas asap rokok.

“Karena anak-anak di Parigi Moutong layak mendapatkan udara segar salah satunya adalah kawasan bebas asap rokok,” harapnya.

Ia mengatakan, yang paling terpenting adalah soal pendidikan. Misalnya, tidak ada lagi yang putus sekolah.

Indikator lainnya yaitu menyiapkan sekolah ramah anak yang dilengkapi dengan taman ramah anak.

“Jadi, guru-gurunya harus ramah terhadap anak dan tidak ada kekerasan disitu. Serta, fasilitasnya sangat mendukung kreativitas para anak,” tambahnya.

Ia juga berharap angka kekerasan terhadap anak bisa berkurang. Diantaranya fisik, psikis, seksual dan pelantaran.

Kemudian ada peran lembaga yang mendampingi dan mengayomi anak-anak. Termasuk anak disabilitas, kaum marjinal di panti asuhan harus tetap kita layani dengan baik,” kata dia.

Sedangkan untuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum seperti kasus narkoba di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, penilaian indikator kabupaten layak anak adalah adanya rehabilitasi.

“Untuk itu kita harus bersatu bersama OPD terkait, masyarakat, dunia usaha seperti perbankan yaitu harus punya kegiatan yang berhubungan dengan anak,” tutupnya.

Baca juga: Ramah Lingkungan, Ganti Plastik Bungkus Daging Kurban Dengan Besek

Laporan: Aldi

...

Artikel Terkait

wave

DPRD: Perdagangan Antar Wilayah Bisa Atasi Masalah Petani Parimo

Ketua DPRD Sayutin Budianto Tongani menyebut perdagangan antar wilayah bisa atasi masalah petani di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Petani di Parigi Moutong Tumpuk Gabah Ribuan Ton

Akibat harga beras di pasaran Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah anjlok, petani tumpuk gabah hingga ribuan ton.

Enam Pendaftar Fasilitator Program BRS Parigi Moutong Lulus Berkas

Dinas perumahan dan kawasan permukiman (Disperkim) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mencatat enam orang mendaftar sebagai fasilitator program BRS atau Bantuan Rumah Swadaya.

Belasan Kendaraan Terjaring Razia Gabungan di Banggai

Belasan kendaraan terjaring razia gabungan kepolisian di Banggai, Sulawesi Tengah, operasi ini menyasar, Sajam, Handak, Narkoba, Miras, DPO.

26 ASN Ikut Seleksi Akhir JPT Parigi Moutong

BKPSDM Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, melaksanakan seleksi akhir JPT atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;