Kebut Vaksinasi, Parigi Moutong Sasar Warga Daerah Terpencil

waktu baca 2 menit
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong Ellen Lidya Nelwan. Kebut Vaksinasi, Parigi Moutong Sasar Warga Daerah Terpencil

Gemasulawesi– Pemda , Sulawesi Tengah, terus melakukan percepatan pelaksanaan dengan menyasar warga bermukim di sejumlah wilayah terpencil.

“Dalam rangka mendukung percepatan program , kami menyasar lima wilayah terpencil yakni Kecamatan Tinombo, Palasa, Tomini, Ongka Malino dan Kecamatan Mepanga,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong Ellen Lidya Nelwan, saat ditemui di Parigi, Kamis 21 Oktober 2021.

Dia menyebutkan, lima kecamatan itu memiliki cakupan daerah terpencil dan perlu intervensi cepat agar warga bisa mendapat layanan .

Baca juga: Belum Maksimal, Intervensi Stunting di Daerah Terpencil Parigi Moutong

Guna mendukung program itu kata dia, pihaknya melibatkan petugas kesehatan Puskesman terdekat, hingga menggandeng TNI/Polri dan pemerintah desa setempat.

Menurut dia, Pemda menarget, layanan terhadap warga di wilayah terpencil, sebanyak 6.290 jiwa terdiri dari Kecamatan Tinombo 3.340 jiwa.

Kemudian, Kecamatan Palasa 1.250 jiwa, Tomini 1.500 jiwa, Ongka Malino dan Mepanga masing-masing 100 jiwa.

“Percepatan khususnya wilayah terpencil di mulai sejak 19-24 Oktober 2021. Meskipun menuju ke wilayah-wilayah itu penuh dengan tantangan, kami berkomitmen warga terpencil bisa mendapat layanan ,” kata dia.

Data sementara, warga telah menjalani baru sekitar 60 ribu lebih jiwa dari jumlah penduduk 440.015 jiwa.

Pihaknya menyasar kalangan remaja, kelompok rentan (Lansia) maupun kategori umum wilayah terpencil.

Dia mengaku, saat ini berada di level 2 kebijakan PPKM, tetapi capai masih saat rendah.

Sehingga, ia meminta masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan vaksin. Kemudian, tetap mempedomani protokol kesehatan baik beraktivitas di luar rumah maupun di lingkungan keluarga.

Baca juga: Parimo Tanggung Biaya Pendidikan Tinggi 51 Anak KAT

Selaih itu tambahnya, Dinas Kesehatan juga berencana menyasar pasar-pasar tradisional untuk menggenjot layanan di 23 kecamatan di kabupaten itu dipekan depan.

“Sasarannya, pedagang maupun konsumen yang belum di . Ini adalah bagian dari percepatan membangun herd immunity atau kekebalan tubuh masyarakat agar risiko penularan dapat diminimalisir,” tutupnya. (***)

Baca juga: 60 Sekolah Terpencil di Parigi Moutong Alami Keterbatasan Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.