KPA dan Pemkot Palu Bahas Penanggulangan HIV/AIDS

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Foto Ilustrasi/Pixabay

Berita , gemasulawesi – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Pemerintah Kota (Pemkot) , membahas penanggulangan penyakit virus HIV/AIDS di ibu kota Provinsi sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Hadianto Rasyid saat rapat koordinasi lintas sektor penanggulangan HIV/AIDS di kota , Kamis 29 Desember 2022.

“Penyakit seperti ini harus dicegah dan dikendalikan, agar penularan tidak menyebar,” ucap Hadianto Rasyid.

Dalam bidang medis, Pemerintah Kota (Pemkot) telah melakukan beberapa langkah strategis melalui Dinas Kesehatan setempat, yaitu perluasan jangkauan jaringan di wilayah-wilayah terindikasi.

Baca: Selama Tahun 2021, 220 Anak Didiagnosis HIV/AIDS

Oleh karena itu, untuk memperlancar langkah tersebut, Pemerintah Kota mendorong seluruh perangkat daerah, lembaga, organisasi, komunitas, LSM dan masyarakat untuk bekerjasama dalam mengkampanyekan upaya pencegahan, baik di lingkungan sosial maupun pertemuan resmi, termasuk penggunaan jejaring sosial.

“Untuk membuktikan apakah seseorang itu orang luar atau bukan, harus dilakukan tes dan seluruh pelayanan kesehatan di bisa melakukan tes,” kata Hadianto.

Pemerintah Kota dan KPA terus berupaya mensosialisasikan pencegahan penularan secara komprehensif, mengurangi stigma negatif, memetakan populasi kunci, memaksimalkan akses layanan kesehatan untuk mempromosikan perawatan dan pengobatan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar lebih berdaya dan produktif.

Baca: Makassar Penderita HIV/AIDS Terbanyak di Sulawesi Selatan

Selain itu, edukasi dan evaluasi menjadi penting dalam kerjasama ini karena gaya hidup di era modern sangat berisiko penularan melalui pergaulan bebas, seks bebas dan pemicu lainnya.

“Masalah penyakit seperti ini tidak hanya berbicara tentang kesehatan, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial, budaya, ekonomi, dan politik agar penanganannya bisa lebih cepat dan tepat,” kata Hadianto.

Menurut dinas kesehatan setempat, 151 kasus HIV/AIDS terdeteksi pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal.

Baca: Dinkes Palu Catat 151 Kasus HIV/AIDS Dalam 10 Bulan

Saat ini Pemkot telah menambah fasilitas Perawatan, Penunjang dan Perawatan (PDP) untuk pelayanan khusus dari sebelumnya satu fasilitas menjadi lima fasilitas.

“Dinas Kesehatan rutin melakukan pemantauan terhadap individu yang tertular. Selain pemantauan, Pemkot juga melakukan intervensi medis, dan saat ini sudah mencapai 80 persen,” pungkas Hadianto. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.