PLTU Krisis Pasokan Batu Bara, Komisi VI DPR RI Minta PLN Diaudit

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Tambang Batu Bara. (Foto/Pushep)

Nasional, gemasulawesi.com- Meningkatnya krisis pasokan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap () memunculkan spekulasi adanya kejanggalan.

Hal tersebut diungkapkan, anggota komisi VI DPR RI, Amin dalam siaran persnya, Sabtu 15 Januari 2022.

“Kondisi ini sangat aneh, ada yang tidak beres harus dilakukan audit secara menyeluruh terhadap pengadaan ,” tegasnya.

Baca:Pasokan Batu Bara Dalam Negeri Harus Diprioritaskan

Ia mengatakan, langkah itu bisa mengurai apa permasalahan yang terjadi dalam pengadaan untuk memenuhi kebutuhan .

Ia menegaskan, audit itu harus mengungkapkan siapa saja yang memiliki keterlibatan daalm dugaan pemburu rente pengadaan .

“Siapa yang mengambil keuntungan dalam pengadaan sehingga berakibat kiris seperti ini terjadi harus diungkap,” tuturnya.

Baca: Faktor Iklim, 2026 PLN Ganti PLTU Batubara Jadi EBT

Lanjut Amin, kondisi maskin seringnya terjadi krisis pasokan terhadap adalah fakta ada kejanggalan dalam proses pengadaannya. Dan kondisi itu menurutnya, berdampak buruk terhadap seluruh konsumen dalam negeri.

“Rakyat sebgai konsumen sangat dirugikan dalam hal ini, begitupun dengan dunia usaha pasti berimbas pada industri-industri kecil yang ada dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut politisi asal fraksi PKS tersebut, tidak efisiennya biaya produksi listrik berakibat naiknya TDL sehingga berimbas pada tingginya pengeluaran rakyat maupun dunia usaha.

Baca: PLN Tidak Terganggu Lonjakan Harga Batu Bara

Bahkan kata dia, akibatnya juga berdampak besar pada negara dengan mengeluarkan alokasi APBN lebih besar untuk kebutuhan subsidi listrik golongan masyarakat menengah kebawah.

“Dalam audit ini jangan hanya dilakukan secara internal saja, tetapi wajib melibatkan aparat penegak hukum didalamnya. Kalau terbukti ada yang tidak beres dan menyalahi aturan langsung proses secara hukum,” pungkasnya. (*)

Baca: BUMN Bakal Diberikan Tambahan Penyertaan Modal Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.