Oknum Satpol PP di Palu Rampas Ponsel Wartawan Saat Meliput

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Sulawesi tengah, gemasulawesi – Oknum Satpol PP Kota Palu rampas ponsel wartawan salah satu media online yang tengah meliput pengibaran Bendera Merah Purih di Kantor Wali Kota Palu, Jl Balai Kota Timur, Kecamatan Mantikulore, Rabu 17 Agustus 2022.

Diketahui seorang pria, oknum Satpol PP rampas ponsel salah satu wartawan media online yang sedang meliput kegiatan Hari Kemerdekaan di kompleks tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat wartawan media online Jolinda Goldie, berada di sekitar lapangan upacara Kantor Walikota Palu.

Saat itu, Jolinda yang berdiri ditempat wartawan dipaksa minggir oleh orang sekitar agar tidak berisik karena prosesi pengibaran bendera akan segera dimulai.

Reporter salah satu media online di palu itu kemudian meminggir ke sekitar tenda tamu undangan di bagian kiri lapangan.

Di situ Satpol PP menyuruh Jolinda pindah lagi agar tidak ribut.

Jolinda juga beralih ke sebelah pegawai Diskominfo Palu yang juga menyiarkan kegiatan di lokasi itu.

“Saya telah minta izin untuk siaran langsung ke Satpol PP yang ada di sana dan menghidupkan ponsel saya. Saat siaran langsung, seorang pria datang dan menarik baju saya dari belakang. Tak lama kemudian dia ambil ponselku dari belakang. Saat itu ponsel ku jatuh,” jelas Jolinda terseduh.

Baca: Isnah Tabagang Resmi Dilantik Jadi PAW DPRD Parigi Moutong

Saat itu, Jolinda menangis sambil mengambil ponselnya yang terjatuh.

Jolinda mengatakan, beberapa karyawan yang melihat kejadian itu membela saya. Orang yang melempar ponsel pun ditarik oleh rekannya agar menjauh.

Jolinda menjelaskan, beberapa pegawai yang melihat kejadian itu membela saya. Orang yang melempar ponsel pun ditarik oleh rekannya agar menjauh. (*/Ikh)

Baca: Banjir Susulan Desa Torue, BPBD Parigi Moutong Suplai Air Bersih

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.