PAD Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Mencapai Miliaran Rupiah

<p>Ket Foto: Ilustrasi menangkap ikan. (Foto/pixabay)</p>
Ket Foto: Ilustrasi menangkap ikan. (Foto/pixabay)

Sulawesi utara, gemasulawesi – Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 128,27 persen atau terealisasi Rp2,53 miliar.

“PAD dari sektor perikanan dan kelautan kami targetkan sebesar Rp1,98 miliar bersumber dari retribusi juga pendapatan lainnya,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utarat, Tienneke Adam di Manado, Rabu 15 Desember 2022.

Menurutnya, kontribusi PAD terbesar berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut adalah Rp1.407.365.200, sementara yang terealisasi sampai November sebesar Rp2.067.261.473,81 atau meningkat sebesar 146,89 persen.

Baca: Kereta Api Pertama di Sulawesi Siap Melayani Masyarakat Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Sumber PAD itu terdiri dari Retribusi Izin Usaha Perikanan sebesar Rp1.339.730.200, terealisasi Rp1.443.950.000 atau sebesar 107,78 persen, sedaangkan PAD yang sah ialah sebesar Rp100.000.000, terealisasi Rp623.311.473,81 atau hanya sebesar 623,31 persen.

Selanjutnya, Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di Balai Pengujian dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan Bitung ditargetkan Rp175 juta, terealisasi Rp213.260.000 atau terjadi peningkatan 121,86 persen.

Retribusi Penjualan Produksi daerah melalui Balai Perbenihan dan Pengendalian Hama Penyakit Ikan ditargetkan sebesar Rp75 juta, terealisasi sebesar Rp46.230.000 persen atau sejumlah 61,64 persen.

Baca: Ujung Tombak Kemenangan Piala Dunia 2022: Messi dan Alvarez vs Mbappe dan Giroud

Pendapatan lainnya adalah Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di balai Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa baru mencapai 59,92 persen atau sebesar Rp125.242.600 dari yang ditargetkan Rp209.000.000.

Kemudian, di Balai Pengelola Pelabuhan Perikanan Wilayah I yang meliputi beberapa daerah diantaranya Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro dan Kepulauan Talaud ditargetkan sebesar Rp5 juta, telah terealisasi sebesar Rp3.717.500 atau sebesar 74 persen.

Di Balai Pengelola Pelabuhan Perikanan Wilayah III yang mencakup Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara serta Kabupaten Minahasa Selatan hanya terealisasi sebesar Rp29.965.000 atau 88,79 persen dari yang ditargetkan Rp33.750.000.

Baca: Oknum Polisi Tikam Warga di Kabupaten Luwu

Sementara itu untuk di Balai Pengelola Pelabuhan Perikanan Wilayah IV (Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan juga Kabupaten Bolaang Mongondow Timur), ditargetkan Rp50 juta hanya mampu direalisasikan sebesar Rp40.145.000 atau 80,29 persen.

“Kami nantinya akan terus bekerja optimal untuk ke depannya agar PAD dari sektor perikanan dan kelautan ini semakin meningkat,” harapnya. (*/NRU)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Kereta Api Pertama di Sulawesi Siap Melayani Masyarakat Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kereta api pertama di Sulawesi dinyatakan siap untuk beroperasi dan melayani masyakarat saat liburan natal dan tahun baru (Nataru) nanti.

Oknum Polisi Tikam Warga di Kabupaten Luwu

Oknum polisi berinisial B tikam warga di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, berhasil diamankan polisi. Dia menikam warga

Abdul Hayat Gani Gugat Gubernur Sulawesi Selatan

Dicopot dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani kini menggugat keputusan itu ke Pengadilan Negeri Tata

BKPSDM Parigi Moutong Gelar Bimtek Penyusunan SKP

(BKPSDM) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

Pemkot Palu Gandeng Organda Atasi Persoalan Angkutan Darat

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah gandeng Organisasi Angkutan Darat (Organda), membangun kolaborasi guna mengatasi

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;