Positif Covid 19 Tinggi, Jadi Alasan Pemkot Palu Wajibkan Rapid Tes

waktu baca 2 menit
Foto: Posko Pemeriksaan Kesehatan di Posko Perbatasan.

Berita , gemasulawesi– Tingginya kasus positif Covid 19 dari kluster pelaku perjalanan, menjadi alasan Pemkot wajibkan membawa hasil rapid tes non reaktif jika ingin memasuki wilayah Kota .

“Selang waktu November hingga Desember 2020, sudah terdapat 23 kasus positif covid 19 dari pelaku perjalanan,” bunyi surat Pemkot pertanggal 29 Desember 2020, kepada seluruh Bupati se . Terkait penerapan syarat masuk Kota untuk pelaku perjalanan.

Dengan data itu, Satgas penanganan covid 19 dan Pemkot merasa khawatir dengan kondisi beberapa waktu terakhir.

Akhirnya dengan pertimbangan data, serta menindaklanjuti surat edaran Gubernur tentang pengendalian penyebaran covid 19. Maka, Pemkot wajibkan membawa hasil rapid tes covid 19 non reaktif bagi pelaku perjalanan masuk Kota .

Baca juga: Masuk Parimo Wajib Perlihatkan Rapid Tes

Bahkan, Pemkot mempersyaratkan seluruh warga dari seluruh daerah di Provinsi , membawa rapid tes non reaktif jika ingin memasuki wilayahnya.

“Pemberlakuan syarat rapid tes non reaktif jika ingin masuk Kota , dimulai 6 Januari 2020,” surat pertanggal 29 Desember 2020 dari Pemkot , yang ditandatangani Sekretaris Pemkot , H Asri. Ditujukan kepada seluruh Bupati se .

Warga dari luar Kota diwajibkan memperlihatkan hasil pemeriksaan rapid tes anti body non reaktif, yang berlaku 5×24 jam kepada petugas di pos lapangan pemeriksaan.

Sementara warga dari luar Provinsi , wajib menunjukkan hasil pemeriksaan rapid tes anti gen non reaktif yang berlaku 3×24 jam, kepada petugas pos jaga perbatasan.

Baca juga: Masuk Kota Palu, Warga Sulteng Wajib Bawa Hasil Rapid Tes

“Kota menyediakan pemeriksaan rapid tes berbayar melalui layanan kesehatan komersil di setiap pos lapangan pintu masuk Kota ,” bunyi surat.

Hal itu diperuntukkan bagi pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan hasil rapid tes anti gen atau anti body non reaktif dari daerah asal.

Bagi pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan hasil pemeriksaan rapid tes anti gen atau anti body dengan hasil non reaktif. Dan tidak bersedia melakukan rapid tes melalui layanan kesehatan komersil yang tersedia pada pos lapangan pemeriksaan pintu masuk, maka tidak diperkenankan memasuki wilayah Kota .

Sementara, pos lapangan pemeriksaan pintu masuk Kota terbuka 1×24 jam. Pos itu dijaga petugas gabungan dari Tenaga Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.

“Persyaratan bagi pelaku perjalanan masuk Kota , berlaku sampai dengan diterbitkannya pemberitahuan berikutnya,” tutup surat.

Baca juga: BPK Periksa Belanja Dana Penanggulangan Covid-19 Kota Palu

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.