Pasca Penyesuaian Harga, Konsumsi Solar di Sulteng Naik

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Pegawai SPBU bantu mengisi bahan bakar (Foto/Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – , PT Pertamina Patra Niaga mengatakan, konsumsi harian bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar di (Sulteng) naik 13,7 persen.

Hal itu diungkapkan Senior Supervisor Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi, Taufiq Kurniawan saat dihubungi di Palu, Sabtu 1 oktober 2022.

“Penggunaan produk Pertamina khususnya bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar meningkat namun tetap masih dalam batas wajar,” ucap Taufiq Kurniawan.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Pertamina wilayah Sulawesi, hasil perhitungan teknis, realisasi setelah kenaikan harga BBM di Sulteng rata-rata sekitar 407 kiloliter per hari, dibandingkan sekitar 358 kiloliter sebelum kenaikan harga BBM. konsumsi harian.

Kondisi ini juga berlaku untuk Pertamina Dex yang naik 11,1 persen atau 7 kiloliter setelah kenaikan harga, dibandingkan rata-rata sekitar 6 kiloliter per hari sebelum penyesuaian harga.

“ Pertamina Dex khususnya realisasi tertinggi di Kota Palu sekitar 11,1 persen, sedangkan untuk Dexlite stagnan di 1,4 persen atau rata-rata sekitar 72 kiloliter per hari sebelum dan sesudah penyesuaian dari harga bahan bakar minyak (BBM),” kata Taufiq.

Berbeda dengan konsumsi harian bahan bakar bensin bersubsidi (Pertalite ), setelah penyesuaian harga, ternyata kurang dari 1.322 kiloliter dibandingkan periode sebelum kenaikan harga, yaitu 1.345 kiloliter.

Kemudian jenis BBM Pertamax meningkat dari rata-rata 64 kiloliter menjadi 65 kiloliter atau 1,3 persen, sehingga Pertamina terus berupaya memberikan pelayanan energi yang maksimal kepada masyarakat dari perkotaan hingga pelosok.

Karena kebutuhan energi sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Pertamina juga memperkirakan stok BBM bersubsidi di Sulawesi Tengah akan mencukupi hingga akhir tahun.

Menurut data Pertamina untuk wilayah Sulawesi, stok pertalite sekitar 2.062 kiloliter dari Oktober hingga Desember, dengan konsumsi harian rata-rata sekitar 650 kiloliter.

Baca: Disdik Makassar Buka Lelang Jabatan Kepsek SMP dan SD

Taufiq mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah membentuk satuan tugas khusus untuk memantau distribusi BBM di SPBU, untuk mencegah dan menindak penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk keperluan lain oleh oknum tertentu.

Ia menambahkan, konsumsi solar di Sulteng juga naik tapi diharapkan selama tiga bulan ke depan hingga akhir 2022 bisa terpenuhi begitu juga untuk pertalite tentunya, yaitu 3.649 kiloliter dengan konsumsi harian rata-rata 232 kiloliter, dengan perkiraan ketahanan 15 kali lipat.

“Kami juga meminta warga untuk mengawasi pendistribusian BBM di SPBU. Jika ada hal-hal yang bertentangan, laporkan ke pihak berwajib atau ke Pertamina,” pungkas Taufiq. (*/Ikh)

Baca: Antisipasi Cacar Monyet, Pemkot Makassar Gandeng IDI

kuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.