Petani Sulteng Didorong Tanam Cabai Atasi Inflasi

<p>Ket Foto: Gerakan Tanam Cabai Untuk Atasi Inflasi (Foto/Facebook Mohamad Hamdin)</p>
Ket Foto: Gerakan Tanam Cabai Untuk Atasi Inflasi (Foto/Facebook Mohamad Hamdin)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Petani Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) didorong untuk tanam cabai atasi inflasi, apalagi komoditas itu dapat tumbuh dengan cepat juga cepat panen.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura saat kegiatan menanam cabai di Kabupaten Morowali Utara, Minggu 23 Oktober 2022.

“Dengan tanam cabai merupakan salah satu solusi untuk atasi inflasi di daerah karena prosesnya cepat tumbuh dan berbuah,” ucap Rusdy Mastura.

Ia menjelaskan, bukan berarti petani yang secara konsisten menanam produk unggulan akan berubah. Petani yang fokus pada tanaman hortikultura harus memperbanyak produksi cabai untuk membantu pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Maka ia meminta kepada para kepala daerah provinsi untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang berpotensi untuk diolah untuk menumbuhkan hasil pertanian, termasuk lahan tidur.

Untuk mendukung akses permodalan petani, kepala daerah juga diminta membantu petani memperoleh pinjaman dari bank melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), karena Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin kerjasama dengan perbankan dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“KUR sangat membantu masyarakat dalam mengumpulkan modal untuk mengembangkan usahanya, termasuk bertani,” ucap Rusdy.

Menurut Badan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah, produksi cabai rawit provinsi ini akan mencapai 21.757 ton pada tahun 2021. Angka ini turun dari tahun 2020 sebesar 25.042 ton. Daerah sentra tanaman berlokasi di Kabupaten Parigi Moutong, Tojo Una-una, Poso, Morowali, Buol, Banggai dan Donggala.

Sedangkan produksi cabai merah pada tahun 2021 sebanyak 6.338 ton, dengan lokasi di Parigi Moutong, Poso, Donggala, Morowali, Sigi dan Kota Palu.

Baca: Pasien Anak Probable Gagal Ginjal Akut di Gorontalo Meninggal

Ia menambahkan, pembangunan sektor pertanian sejalan dengan konsep Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Migrasi (Kemendes PDTT) melalui program Smart Village atau pembangunan desa berbasis tentang penerapan teknologi tepat guna yang juga sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Rusdy mengatakan, program ini merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara bertani yang baik, dan peluang pasar hasil pertanian. (*/Ikh)

Baca: Longsor di Majene, Polisi Berlakukan Buka Tutup Jalan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Editor: Muhammad Ikhsan

 

...

Artikel Terkait

wave

Longsor di Majene, Polisi Berlakukan Buka Tutup Jalan

Longsor di Majene, aparat kepolisian Polres Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berlakukan sistem buka tutup jalan Trans-Sulawesi di Desa Onang

Komisioner KPU Parigi Moutong Pilih Angkut Motor Ketimbang Tim Verifikator

Komisioner Divisi Hukum KPU Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Misbah pentingkan angkut motor pribadinya di

Daerah Pelosok Parigi Moutong Jadi Objek Verifikasi Keanggotaan Parpol

Daerah pelosok di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah jadi sasaran kegiatan verifikasi faktual keanggotaan partai politik

Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan Bayi Perempuan di Maros

Kepolisian Resor (Polres) Maros berhasil bekuk seorang pria berinisial R 23 tahun diduga pelaku pembunuhan keponakannya bayi berusia tiga

Gubernur Sulawesi Selatan Resmi Buka Porprov XVII di Sinjai

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII tahun 2022 di Lapangan Andi Bintang

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;