Santri Aniaya Rekannya di Ponpes Tangerang Jadi Tersangka

waktu baca 2 menit
(Ilustrasi Gambar)

Berita Hukum, gemasulawesi – Santri yang aniaya rekannya sesama santri hingga tewas di Pondok Pesantren di Tangerang berinisial RE 15 tahun ditetapkan jadi tersangka.

Kompol Zamrul Aini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang, mengatakan RE ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan enam saksi.

“Kami telah menetapkan R sebagai anak pelaku. Dimana RE bertengkar dengan korban pada Minggu 07 Agustus 2022 hingga korban meninggal dunia,” ucap Zamrul kepada jurnalis, Rabu 10 Agustus 2022.

RE dijerat dengan Pasal 80 (3) KUHP sehubungan dengan penganiayaan yang berujung pada kematian korban. RE terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, RE ditangkap. Zamrul mengatakan, polisi menahan RE di Sel Anak Polres Tangerang.

Zamrul mengatakan, ada berbagai pertimbangan sebelum pihaknya memutuskan untuk menahan RE. Di satu sisi untuk hukuman maksimal 15 tahun, hukuman tertinggi dalam UU Perlindungan Anak.

Kedua, proses pengadilan terhadap pelaku anak harus dilakukan secepatnya karena mereka harus dibawa ke kejaksaan tanpa penundaan.

“Kalau di luar kita takut terjadi hal-hal di luar yang kita inginkan, kita takut memperpanjang proses penyidikan. Jadi kita amankan dulu di kantor polisi,” ujarnya.

Zamrul memperkirakan RE akan ditahan selama dua minggu sambil menunggu selesainya proses pengajuan kejaksaan.

Sebelumnya, RE seorang santri diduga aniaya rekannya yang juga sesama santri di sebuah pondok pesantren di Tangerang berinisial BD (15) hingga meninggal dunia.

Baca: Pasutri di Bali Jual Koleksi Pribadi Video Porno Dibekuk Polisi

Kejadian pada Minggu 07 Agustus 2022 itu berawal dari pelaku mencari temannya DE yang kebetulan sedang mandi bersama korban.

Pelaku kemudian membuka pintu kamar mandi dan tanpa sengaja menabrak korban. Hal ini membuat korban kesal dan berteriak pada pelaku.

Keduanya sempat berkelahi tetapi dipisahkan oleh santri lain. Beberapa waktu kemudian, pelaku masuk ke kamar korban dan langsung menendang kepala korban sebanyak dua kali.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sakit kepala. Korban kemudian tak sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (*/Ikh)

Baca: Oknum Polisi Cabuli 3 Anak di Gorontalo Disanksi Pemecatan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.