Sawah Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Minta Normalisasi Sungai

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Banjir Rendam Puluhan Hektar Sawah di Dusun Gigit Sari Beberapa Waktu Lalu. (Foto/Istimewa)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi.com- Puluhan hektar sawah di Dusun Gigit Sari Desa Balinggi Kecamatan Balinggi dipastikan gagal panen paska terendam lumpur akibat yang terjadi belum lama ini.

Petani Dusun Gigit Sari desa Balinggi, berharap perhatian pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan itu dengan melakukan normalisasi sungai.

Baca: Jelang Idul Adha, Omset Penjual Hewan Kurban Masih Sepi

“Perlu sekali dilakukan normalisasi sungai wilayah ini, khawatirnya kalau tidak segera dilakukan normalisasi tiba-tiba hujan deras seperti waktu itu turun kembali pasti dating lagi banjirnya,” keluh I Wayan Sudana Ketua Kelompok tani Dusun Gigit Sari, Desa Balinggi baru-baru ini.

Baca: Bidan Desa Bersama Suami Dilaporkan Dugaan Percobaan Pencabulan

Menurut Wayan, akiobat hujan deras pembuangan air disekitar sawah tidak mampu menampung besarnya debit air. Akhirnya, air meluap dan merendam puluhan hektar sawah yang ada disekitarnya.

Lanjut dia, luas sawah yang terdampak di Dusun Sigit Sari sekitar 40 hektar dan saat itu sudah dalam posisi siap panen.

Baca: Normalisasi Sungai Purwosari Masuk Daftar Pencegahan Bencana 2021

“Padinya tertimbun lumpur jadi buahnya tidak bisa lagi dipanen,” tuturnya.

Namun kata dia, beberapa petani beruntung sempat melakukan panen sebelum , termasuk sawah miliknya.

Ia menyayangkan, pascabanjir melanda desa Balinggi belum ada perhatian dari pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan.

Baca: Normalisasi Sungai Parigi Moutong Opsi Penting Atasi Banjir

“Baru sekedar dikunjungi, untuk tindak lanjut penanggulangan belum ada dari pemerintah setempat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, banyak petani yang merugi, akibat lahan sawah mereka yang siap panen tertimbun lumpur dan terbawa hanyut oleh .

Diperkirakan hasil panen kali ini menurun hingga 50 persen dari biasanya, tentu kondisi ini membuat sebagian petani merasa tertekan secara perekonomian.

Baca: BPBD Segera Atasi Dampak Banjir Sienjo-Sibalagu Parigi Moutong

“Prihatin pak, tapi mau bagaimana, namanya musibah tidak ada yang tahu dan menginginkan hal itu terjadi,” kata dia.

Banjiritu kata dia, bukan hanya terjadi sekarang, di tahun sebelumnya juga sempat menerjang puluhan hektar sawah mereka.

Ia menjelaskan, hasil panen setiap hektar diperkirakan bisa mencapai 120 karung gabah, kerugian materil akibat menurutnya cukup besar bagi petani yang ada di dusun Gigit Sari Desa Balinggi. (wd/fan)

Baca: Enam Wilayah Masuk Peta Rawan Banjir di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.