Diduga Rusak Lingkungan, Warga Minta Hentikan PETI Sungai Tabong

waktu baca 2 menit
Excavator tambang Emas (Ilustrasi Gambar)

Berita , gemasulawesi – atau (PETI) di , dinilai warga bisa merusak lingkungan sehingga berpotensi besar mengakibatkan bencana besar di Kabupaten , .

Dengan berkembangnya di yang semakin merusak lingkungan, maka warga melalui Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Lingkungan Kabupaten menggelar unjuk rasa mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk menghentikan kegiatan PETI di tersebut.

Pasalnya, kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan emas ilegal selama ini sudah diambang batas, sehingga bisa memicu bencana besar di Kabupaten .

Menurut informasi media, aksi massa terjadi pada Senin, 04 Juli 2022 di Kantor DPRD Kabupaten dan Polres .

Baca: Sejumlah Polisi Terima Penghargaan Berprestasi dari Kapolres Tolitoli

Rudy Ali Armen, salah satu pengunjuk rasa, mengatakan kegiatan PETI di di Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten jelas melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 terkait pertambangan mineral dan batubara.

“Sesuai fakta di lapangan, aktivitas penambangan semakin memburuk akibat penggalian puluhan excavator di lokasi, kemungkinan akan meluas dan hutan lindung terancam,” ucapnya dalam keterangan tertulis pada Rabu 06 Juli 2022.

Ia mengatakan, bahwa kegiatan ini bisa berakibat fatal bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan.
Gubernur Surati Aparat Hukum Tertibkan PETI.

Beberapa tragedi bencana akibat aktivitas penambangan liar di , Gubernur Rusdi Mastura mengatakan melalui Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Bidang Komunikasi Publik dan Adpim Setdaprov , Andono Wibisono dia mengirim surat ke kepolisian, agar menertibkan PETI.

Permintaan gubernur melalui surat tersebut, TAG Andono mengatakan dalam siaran persnya kepada media, mengatakan hal itu bertujuan untuk menjaga kebijakan lingkungan.

“Komitmen Pemprov Sulawesi Tengah sangat kuat, tidak menoleransi penambangan liar, illegal fishing, dan illegal logging,” tulisnya.

Ia melanjutkan, Sulawesi Tengah kaya akan sumber daya alam dan perlu dikelola sesuai ketentuan yang ada. Berkenaan dengan kelestarian, agar alam juga dapat dinikmati oleh masyarakat, gubernur menghimbau kerjasama BUMDes, Koperasi dan BUMD kabupaten/kota. (*/Ikh)

Baca: Polres Parigi Moutong Siap Dikritik Demi Pelayanan Baik Bagi Masyarakat

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.