Tim Appraisal Masih Menilai Lahan Huntap Korban Banjir Torue

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Rumah Warga Rusak Berat Terdampak Banjir Desa Torue

Berita Parigi Moutong,gemasulawesi –Tim Appraisal masih dalam tahap penilaian dalam pembangunan hunian tetap (Huntap) korban banjir Torue 28 Juli 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sedang menunggu hasilnya dalam penentuan pembangunan huntap.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Idran saat dihubungi, Minggu 21 Agustus 2022.

“Kami menunggu hasil tim appraisal, untuk lokasi pembangunanan huntap warga korban banjir tetap di Dusun lima desa Torue,” ucapnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya menghadapi kendala pemilik lahan yang menetapkan harga Rp 50.000 per meter. Sementara itu dia menawar Rp 7.500 per meter.

Untuk itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan perjalanan ke Jakarta terkait penanganan pascabencana dan tanggap darurat, serta menyampaikan harga kepada BNPB.

“Kalau lahannya satu hektar untuk membangun 40 Huntap, saya kira lebih banyak, jadi kami coba koordinasikan harganya,” terangnya.

Selain itu, kendala lain bagi BPBD adalah para korban banjir tidak mau direlokasi jauh dari pantai, mengingat lokasi tersebut sebagai mata pencaharian mereka.

Baca: Buat Cemilan Yuk Dengan Brownies Kering Wijen

Menurut mereka, pada saat air pasang atau ombak besar, mereka dapat memantau perahu untuk memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi.

“Dipastikan ada 10 rumah yang hilang dan sisanya mengalami kerusakan ringan dan berat,” jelasnya.

Ia menambahkan jika huntap masih dibangun di lokasi pantai, maka akan rentan jika terjadi banjir.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tinggal menunggu pemerintah desa meyakinkan masyarakat untuk pindah ke tempat yang baru. (*/Ikh)

Baca: Fakta Keterlibatan Istri Ferdy Sambo Dalam Tewasnya Brigadir J

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.