Usai Dicopot Gerebek Ormas, Eks Kanit Polsek Tallo Angkat Bicara

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Mantan Kanit Reserse Polsek Tallo Iptu Faizal di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Sulsel, Selasa 13 September 2022 (Foto/Muh Sauki Maulana/Tribun Timur)

Berita Nasional, gemasulawesi – Usai dicopot gerebek markas ormas Batalyon 120, eks Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Faizal angkat bicara dan disuruh minta maaf ke publik. Hal itu terlihat saat Kapolrestabes Makassar menggelar jumpa pers usai mencopot anggotanya itu.

Kepada jurnalis di Mapolrestabes Makassar, Iptu Faizal diminta mengaku salah. Pasalnya, razia yang dinilai salah yang seharusnya tidak dilakukan sebanyak 164 panah, 38 botol miras dan 4 parang yang disita Tim Thunder Polda Sulawesi Selatan justru akan diserahkan ke Polrestabes Makassar.

“Saya mengaku salah karena tidak berani memberi tahu kepada rekan kami (Tim Polda Sulawesi Selatan) bahwa hari itu tidak ada peristiwa pidana,” kata Faizal, Selasa, 13 September 2022, di Mapolrestabes Makassar.

Iptu Faizal menjelaskan, dirinya baru mengunjungi markas Batalyon 120 di Makassar setelah tim Thunder melakukan razia dan penyitaan pisau pada Minggu pagi, 11 September 2022. Iptu Faizal menyadari seharusnya pihaknya menjelaskan asal usul senjata berbilah kepada tim Thunder di Polda Sulawesi Selatan, namun tidak dijelaskan. Ini seharusnya tidak terjadi.

Iptu Faizal kepada tim pers dan Kapolrestabes Kombes Budhi mengatakan, pihaknya saat itu kami Polsek datang ke TKP setelah pelaksanaan (razia) dilakukan. Artinya sudah disterilkan saat ini. Makanya saya tidak berani menunjukkan kekurangan saya sebagai Kanit.

Ditempat yang sama, Kapolrestabes Makassar Kombespol Budhi Haryanto mengatakan memang benar anggotanya Iptu Faizal salah membiarkan kejadian itu terjadi.

Budi mengatakan, seperti halnya Kanit, penggerebekan harus segera diluruskan, agar beritanya tersebar ke publik. Dia mengatakan tindakan yang dilakukan Iptu faizal saat ini sudah benar.

“Beginilah Bhayangkara yang sebenarnya berani mengakui kesalahannya. Saya tidak menyalahkan dia, tetapi ini adalah prosedur hukum teknis tindakan yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dilakukan,” ucap Budi.

Kombes Budi menekankan bahwa penggerebekan di markas besar Batalyon 120 tidak mengarah pada insiden kriminal dan oleh karena itu semua tahanan dibebaskan. Barang bukti yang disajikan juga akan dimusnahkan.

Ia menjelaskan, tidak ada kejadian kriminal di TKP. Barang bukti (yang diamankan) adalah kiriman untuk diserahkan ke Polrestabes.

Usai melakukan gerebek ormas batalyon 120, Kombes Budi menambahkan bahwa kesalahan itu merupakan salah satu alasan mengapa Iptu Faizal dicopot. Dia mengaku pemecatan itu wajar. Dia juga membantah tidak melakukan pelecehan terhadap bawahannya. Karena sudah jelas bahwa bawahannya telah mengakui kesalahannya.

Baca: Karena Utang 3 Juta, Seorang Bapak di Makassar Tikam Anak Tiri

Ia mengatakan, sebenarnya tujuan mutasi itu untuk meningkatkan kinerja pelayanan masyarakat Polri di bidang pelayanan hukum sehingga bisa maksimal.

“Jadi tidak benar Iptu Faizal dianiaya. Yang bersangkutan jelas-jelas mengaku seharusnya berani memberi tahu tim patroli Polda bahwa tidak ada koordinasi dengan kami untuk melakukan patroli di wilayah kami,” imbuhnya.

Sebelumnya, menggerebek markas Batalyon 120 di Makassar. Saat penggerebekan, menemukan berbagai busur, botol alkohol, dan bahkan parang.

Berdasarkan informasi, penggerebekan terjadi di markas batalyon, Jalan Korban 40.000 Jiwa, pada Minggu 11 September 2022. Dalam penggerebekan tersebut, juga menemukan sejumlah senjata tajam seperti 164 anak panah, 3 ketapel, 4 parang, dan 1 senjata rakitan jenis papporo. Selain itu, 38 botol alkohol kosong ditemukan di markas itu. (*/Ikh)

Baca: Pemkot Palu Berupaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.