Pemkot Palu Berupaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

waktu baca 2 menit
Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido

Berita Sulawesi Tengah, Pemerintah Kota Palu, gencarkan layanan kesehatan pasangan suami istri tekan angka cegah resiko kematian ibu dan anak.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido saat menghadiri kegiatan penguatan implementasi pelayanan Kesehatan sebelum hamil di Palu, Selasa 13 September 2022.

Ia menjelaskan, meski Kementerian Kesehatan merupakan organisasi teknis Perangkat Daerah (OPD), penguatan pelaksanaan pelayanan menyiratkan keterlibatan lintas.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan program terlebih dahulu dibangun strukturnya yaitu sesuai dengan persepsi mitra, sehingga pelaksanaan di lapangan memiliki materi pada saat penyadaran masyarakat.

“Remaja harus diajari pengetahuan dan pemahaman tentang pernikahan karena pernikahan dini di usia yang belum matang, terutama bagi perempuan yang memiliki risiko kesehatan, salah satunya menyangkut sistem reproduksi,” kata Reny.

Kemudian, di usia yang matang, calon pengantin juga harus menempuh pendekatan pendidikan tentang bagaimana membangun hubungan keluarga yang harmonis, termasuk hubungan seks dengan istri dan persahabatan, yang dapat diturunkan dari kantor departemen agama setempat Kantor Urusan Agama (KUA).

Ia mengatakan di ranah kesehatan, pemberian makanan tambahan sesuai dengan pola makan, obat-obatan dan bimbingan dalam proses persalinan juga sudah ditangani oleh instansi terkait.

Baca: Pendaki di Gunung Bawakaraeng Berhasil Dievakuasi Tim MRB

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Indrawati mengatakan tujuan dari program ini adalah untuk mempersiapkan kehamilan dan persalinan yang aman dan sehat serta memiliki bayi yang sehat setelah melahirkan.

Selain itu, pelayanan kesehatan sebelum hamil juga merupakan bagian dari upaya pemerintah guna menekan risiko angka kematian ibu dan anak serta mencegah peningkatan angka tengkes atau stunting.

“Dalam sembilan bulan terakhir tidak ada kematian ibu di kota Palu dan kami berharap tidak ada hal buruk yang terjadi pada ibu hamil. Kemudian ada delapan kasus kematian bayi, salah satunya adalah anak kecil,” kata Indrawati.

Ia menambahkan, di ibu kota Sulawesi Tengah ada tujuh kematian ibu dan sepuluh kematian bayi dibandingkan tahun 2021, sehingga pihaknya meningkatkan pendidikan dan pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil dengan mempertemukan sejumlah instansi di lingkungan Palu melibatkan Pemkot dan otoritas lainnya. terkait dengan organisasi dan lembaga non-pemerintah. (*/Ikh)

Baca: Karena Utang 3 Juta, Seorang Bapak di Makassar Tikam Anak Tiri

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.