Viral Video Ketua DPRD Luwu Timur Tolak Bersalaman dengan Seorang Bapak, Bikin Netizen Geram

<p>Ket Foto: Ketua DPRD Luwu Timur tolak bersalaman dengan seorang bapak (Foto/Facebook/Ria Astuty)</p>
Ket Foto: Ketua DPRD Luwu Timur tolak bersalaman dengan seorang bapak (Foto/Facebook/Ria Astuty)

Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Sebuah video yang menunjukkan Ketua DPRD Luwu Timur tolak bersalaman dengan seorang bapak sedang viral di dunia maya.

Video yang dibagikan oleh akun Instagram @lambe_turah tersebut mendapat banyak perhatian dan membuat netizen geram.

Banyak dari netizen menanggapi video tersebut dengan menuliskan komentar jika Ketua DPRD Luwu Timur merupakan orang yang sombong.

Baca: Potensi Curah Hujan Tinggi, BNPB Sulawesi Selatan Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca

“Sombong amat. Ingat tanpa rakyat kamu bukan siapa-siapa,” tulis akun @aknamafaid.

Ada pula yang mengomentari gaya jalan Ketua DPRD Luwu Timur tersebut terkesan angkuh dan seperti berpura-pura tidak melihat bapak yang ingin bersalaman.

Seorang netizen bahkan memberikan komentar menohok sekaligus mengingatkan jika Ketua DPRD adalah wakil rakyat yang harus menghargai warga.

“Jadi wakil rakyat harusnya hormati rakyat yang memilih anda,” tulis akun @gusna_febri.

Baca: Pergi ke Paris Gubernur Sulawesi Selatan Diingatkan Tentang Stadion dan Banjir di Makassar

Di sisi lain, ada netizen yang fokus kepada bapak yang ditolak bersalaman dengan Ketua DPRD Luwu Timur itu.

Mereka menganggap jika bapak tersebut sangat baik karena masih bisa tersenyum meskipun niat baiknya untuk bersalaman di tolak.

“Kasihan bapaknya. Tapi bapaknya baik ya, masih bisa senyum meski gak dapat salaman,” tulis akun @fatih_fadsya.

Diketahui, lokasi kejadian Ketua DPRD Luwu Timur tolak bersalaman dengan seorang bapak, berada di depan kantor DPRD Luwu Timur.

Dari info yang didapatkan, Ketua DPRD Luwu Timur mengklarifikasi jika dirinya bukan sengaja tidak mau bersalaman.

Baca: Tempat Pelelangan Ikan di Takalar, Sulawesi Selatan Direhabilitasi Habiskan Anggaran Miliaran Rupiah

Hanya saja saat itu Ketua DPRD Luwu Timur sedang terburu-buru sebab sedang ditunggu untuk membuka sebuah kegiatan.

Ketua DPRD Luwu Timur mengatakan bahwa perhatiannya terbagi sehingga dia tidak melihat bapak yang ingin bersalaman tersebut.

Hingga video tersebut viral, masih banyak netizen yang tidak percaya dengan klarifikasi dari Ketua DPRD Luwu Timur.

Netizen menganggap bahwa itu hanya alasan yang dibuat agar nama baik Ketua DPRD Luwu Timur tidak tercoreng. (*/AS)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

4 Kabupaten di Sulawesi Tengah Dapat Pelatihan Smart Farming

Sulawesi Tengah, gemasulawesi &#8211; Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Sulteng, Nelson Metubun, mengungkapkan bahwa ada 4 kabupaten di Sulawesi Tengah yang mendapat pelatihan Smart Farming. 4 kabupaten tersebut antara lain Parigi Moutong, Banggai, Poso dan Buol, dengan menghimpun sekitar 60 petani. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan [&hellip;]

Hadiri Pembukaan Survei Akreditasi RSUD, Bupati Poso Tekankan Pentingnya Standar Komponen Penilaian

Poso, gemasulawesi &#8211; Bupati Poso, Verna Ingkiriwang, menghadiri pembukaan survei akreditas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso, Rabu 8 Maret 2023. Kegiatan yang dilaksanakan di aula RSUD Poso ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mencapai pembangunan kesehatan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Poso menekankan pentingnya standar komponen penilaian khususnya bagi rumah sakit. Baca: Hadiri Pelantikan Rektor [&hellip;]

Wow! Keindahan Kain Lukis Toraja Menaklukkan INACRAFT 2023

Sulawesi Selatan, gemasulawesi &#8211; Kain lukis motif dari Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menarik perhatian para pengunjung dan meraih gelar sebagai karya tenun terbaik dalam INACRAFT 2023.  Desainer kain lukis ini, Yarden Tappe mengungkapkan rasa bangganya atas apresiasi yang diterima oleh karyanya.  “Proses pembuatan kain ini membutuhkan kesabaran ekstra karena dilakukan secara manual [&hellip;]

Musyawarah Kerja PMI Sulteng, Gubernur: PMI Mampu Ubah Tangisan Menjadi Senyuman

Sulawesi Tengah, gemasulawesi &#8211; Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulteng dirilis oleh Gubernur Rusdy Mastura, Selasa 07 Maret 2023. M. Sadly Lesnusa, Asisten Administrasi Umum, membacakan sambutan tertulis dari Gubernur yang mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kehadiran PMI Sulteng dalam memberikan bantuan pasca bencana alam dan krisis kemanusiaan. M. Sadly juga menyatakan bahwa [&hellip;]

Tok! Dua Perda Baru Diteken Pemprov dan DPRD Sulsel

Sulawesi Selatan, gemasulawesi &#8211; Dua Peraturan Daerah (Perda) baru sudah ditandatangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama DPRD Provinsi Sulsel. Dua peraturan daerah (Perda) baru yang telah disetujui bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan DPRD Sulsel meliputi regulasi pengelolaan dan pengembangan ekosistem mangrove yang berkelanjutan serta penyelenggaraan perpustakaan. Wakil Ketua Panitia [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;