10 Komoditas Berperan Penting Tekan Inflasi di Kota Palu

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah. (Foto/Facebook Cristian Kaleb)

Berita , gemasulawesi – Badan Pusat Statistik () Kota menyebutkan ada 10 yang berperan penting menekan laju pertumbuhan inflasi di Kota , , pada periode November 2022.

Hal itu diungkapkan Kepala Kota A G Nasser saat rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat Kota , Jumat 23 Desember 2022.

“10 barang ini terdiri dari produk dan ikan,” ucap A G Nasser.

Ia menjelaskan, tren inflasi nasional Januari hingga November 2022 sekitar 4,82% dan inflasi November tahun kalender 2022 kota sebesar 4,97% dibandingkan Desember 2021.

Baca: Dinilai Mampu Kendalikan Inflasi, Gubernur Apresiasi Dinas Pangan Sulawesi Tengah

Pada bulan November tahun ini, tingkat inflasi sebesar 0,10% atau cenderung menurun.

“Dalam empat tahun terakhir, inflasi di kota pada akhir tahun pasti akan selalu tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu tingginya mobilitas masyarakat menggunakan transportasi udara, dan menjelang akhir tahun ada juga hari raya keagamaan dan perayaan tahun baru, dimana kebutuhan banyak orang seringkali dibarengi dengan kenaikan harga berbagai sembako,” kata Nasser.

Wakil Wali Kota Reny A Lamadjido mengatakan, kencenderungan angka 0,10 persen itu disebabkan sejumlah segmen atau kelompok mengalami deflasi, antara lain makanan, minuman dan tembakau sekitar 0,30 persen, kemudian pakaian jadi dan sepatu di bawah 0,3 persen.

Baca: Di Sulawesi Utara Hanya Dua Daerah yang Inflasinya Rendah

Menurut Pemerintah Kota , enam dari 11 kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu sektor perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga yang berada pada kategori atas sedangkan pada kategori menengah seperti perawatan pribadi dan juga jasa lainnya.

“Ada tiga kelompok belanja yang posisinya stabil, yaitu perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, informasi, komunikasi dan jasa keuangan, serta pendidikan,” kata Reny.

Ia menjelaskan, strategi pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota saat ini masih bertumpu pada pemantauan rutin harga , pasar murah, penegakan dan pemantauan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk bersubsidi seperti LPG 3 kilogram di alas.

Baca: Petani Sulteng Didorong Tanam Cabai Atasi Inflasi

Selain itu, juga terdapat stimulus kesejahteraan dan dukungan modal korporasi untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan output dan meningkatkan pendapatan korporasi.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota , katanya, berperan sangat penting dalam pengendalian laju inflasi di daerah tersebut.

“Serta Dinas , Kami berharap dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan mereka untuk menanam cabai dan sayuran karena dengan begitu dapat mengurangi pengeluaran masyarakat,” pungkas Reny. (Ikh/Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.