Banjir di Tolitoli, 350 KK Mengungsi

waktu baca 3 menit
Banjir Tolitoli, 350 KK Mengungsi (Foto: Ist)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Akibat banjir di Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), 350 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Hujan deras yang terjadi di hulu sungai membuat air meluap dengan cepat merendam ratusan rumah di desa kami,” ungkap Syarif Aparat Desa Janja, Jumat 16 Oktober 2020.

Banjir hari ini, diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi selama 2 jam itu, merendam pemukiman warga di Desa Silondou di Kecamatan Basindondo dan Desa Janja di Kecamatan Lampasio.

Sedikitnya 350 rumah warga terendam akibat banjir bandang hari ini yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis 15 Oktober 2020 pukul 17.30 WITA.

Baca juga: Miliki Sabu 2,46 Gram, Polisi Ringkus Pegawai Honorer Tolitoli

Banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 70 cm sampai dengan 150 cm. Sementara desa lain yang juga kemungkinan terdampak masih dalam pendataan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli masih melakukan upaya untuk menjangkau lokasi kejadian, dikarenakan jembatan untuk akses jalan terancam ambruk.

Dalam menangani peristiwa ini, TRC BPBD Kabupaten Tolitoli segera melakukan kaji cepat untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dan melakukan perbaikan jembatan darurat dan penguatan tebing sungai.

Baca juga: Banjir Desa Bambalemo Parimo, Jalan Amblas dan Satu Rumah Hanyut

Untuk mengoptimalkan penanganan darurat, BPBD setempat bekerja sama dengan dinas-dinas terkait.

Menurut informasi mutakhir dari Desa Janja, Kecamatan Lampasio debit air telah mulai surut dan akses jembatan untuk sementara ditutup demi keselamatan penggunanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca tiga harian salah satunya wilayah Sulawesi Tengah dengan potensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam tiga hari ini, 15-17 Oktober 2020.

Baca juga: Corona Sulteng Hari Ini, Satu Kasus Baru dan Tujuh Pasien Sembuh

Adapun beberapa wilayah disebutkan BMKG berpotensi mengalami cuaca buruk antara lain, Kota Palu, Sigi, Donggala, Parimo, Poso, Touna, Tolitoli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.

Warga dapat mengakses info BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca. Melalui informasi itu, setiap pihak dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Ditinjau dari analisis InaRISK, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli berada di wilayah dengan potensi banjir pada kategori sedang hingga tinggi.

Baca juga: Tekan Potensi Konflik, Wali Kota Palu Ajak Rawat Kearifan Lokal

Dari sisi risiko, potensi penduduk terpapar pada 10 kecamatan tersebut sebanyak 97.043 jiwa dengan luas risiko 29 ribu hektar.

Tak hanya banjir, sejumlah kecamatan berpotensi terhadap bahaya hidrometerologi lainnya seperti tanah longsor.

Baca juga: Parimo Masuk Zona Menengah Pergerakan Tanah di Sulteng

Laporan: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.