Banjir Langganan Ganggu Aktivitas Warga di Mamuju

<p>Foto: banjir di Mamuju, Sulbar.</p>
Foto: banjir di Mamuju, Sulbar.

Gemasulawesi– Banjir langganan ganggu aktivitas warga di Mamuju, Sulawesi Barat. Kurang lebih tiga hari warga di sejumlah wilayah terendam banjir akibat hujan deras.

“Banjir sudah seperti langganan dan mengganggu aktivitas warga, karena barang berharga miliknya dirusak banjir, seperti yang terjadi di sekitar perumahan kompleks Pemda Kota Mamuju,” ungkap warga setempat, Irfan, Minggu 22 Agustus 2021.

Irfan mengaku banjir langganan ganggu aktivitas warga di Mamuju. Itu juga membuatnya trauma. Karena kejadian serupa melanda Kota Mamuju 2017 lalu. Saat itu, sejumlah rumah hanyut dan ribuan rumah lainnya terendam.

Baca juga: PPKM Darurat, Pemerintah Perpanjang Diskon Tarif Listrik PLN

Selain Kompleks Perumahan Pemda Kota Mamuju, banjir juga beberapa kali merendam permukiman warga di Kompleks BTN Ampi. Banjir langganan ganggu aktivitas warga di Mamuju.

“Banjir terus menghantui warga dalam tiga hari terakhir ini karena hujan terus turun sepanjang hari dan air banjir menggenangi permukiman warga,” kata seorang warga di Kompleks BTN Ampi Kota Mamuju, Nirwansah.

Dia mengatakan, telah beberapa kali air merendam permukiman warga dengan ketinggian hingga 60 sentimeter. Hujan deras turun sepekan ini. Sehingga, banjir langganan ganggu aktivitas di Mamuju.

Baca juga: Diskon Listrik 50 Persen Diperpanjang hingga Desember

“Buruknya drainase di Mamuju membuat banjir terjadi, sehingga permukiman warga terendam, ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk ditanggulangi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengatakan, sebelumnya telah meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju membersihkan drainase yang tersumbat sampah.

Baca juga: Sempat Hanyut, Warga Selamatkan Nenek di Sungai Olaya Parigi

Dia mengatakan, terdapat juga drainase rusak di Mamuju sehingga air hujan tidak mengalir dengan lancar dan mengakibatkan banjir merendam rumah warga.

“Keterbatasan anggaran akibat penanganan Covid membuat perbaikan drainase harus ditunda dulu pemerintah, meskipun drainase banyak tersumbat dan rusak di Mamuju, yang mesti dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Baca juga: Banjir Longsor Rusak Bangunan Sekolah di Sulbar

Banjir bandang juga pernah terjadi di Bonehau, Mamuju

Sebelumnya, instensitas hujan yang tinggi juga pernah mengakibatkan banjir bandang menimpa tiga desa di Kecamatan Bonehau, Mamuju, Sulawesi Barat.

Hujan deras selama tujuh jam di hulu Sungai Bonehau mengakibatkan sungai itu meluap, merendam Desa Bonehau, Banua Ada, dan Hinua.

“Hujan deras sekali tidak berhenti sampai jam 2 malam, tiba-tiba kami kaget air langsung datang, kurang lebih 1,5 meter tingginya,” tutur Masdar. (***)

Baca juga: Hari Ini, Gempa M 3,7 Getarkan Mamuju Tengah

...

Artikel Terkait

wave

Aniaya Bocah SD di NTT, Dua Oknum TNI Ditahan

Dua oknum TNI ditahan akibat aniaya bocah SD di NTT. Tentara itu berinisial AOK dan B. Saat ini sudah diamankan di detasemen polisi militer.

Yusuf Kalla: Pengaruh Taliban Tidak Sekuat ISIS dan Al-Qaeda

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla menuturkan, pengaruh Taliban di Indonesia tidak sekuat pengaruh ISIS atau Al-Qaeda.

DP5A Surabaya Verifikasi Data 1000 Keluarga Meninggal Akibat Covid19

DP5A Kota Surabaya verifikasi 1000 lebih keluarga meninggal akibat covid19. Dari sekitar 600 diantaranya yatim, piatu, atau yatim piatu.

Pelaku Pembunuhan Wanita Hamil di Semarang Diancam Penjara 15 Tahun

Seorang pemuda pelaku pembunuhan wanita hamil di Semarang, Jawa Tengah berinisial ADS (18) terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kemenkeu Realisasikan Investasi Bentuk Penyertaan Modal Negara

Kementrian Keuangan realisasikan investasi bentuk Penyertaan Modal Negara, senilai Rp54,12 triliun sampai 18 Agustus 2021.

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;