BMKG Imbau Warga Tidak Mendirikan Bangunan di Patahan Cugenang

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kemeja hijau dengan rompi) dan Menko PMK Muhadjir Effendy (kemeja putih dengan rompi) meninjau salah satu lokasi lahan relokasi bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Cianjur (Foto/bnpb.go.id)

Berita Nasional, gemasulawesi – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) himbau warga korban gempa bumi Cianjur, Provinsi Jawa Barat, yang tinggal di enam desa Kecamatan Cugenang dan Cianjur untuk tidak mendirikan bangunan kembali di sepanjang 9 kilometer.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Cianjur Kamis menunjukkan luasnya diduga memicu gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, jadi lima desa termasuk dalam patahan tersebut, Kecamatan Cugenang dan Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur.

sepanjang 9 km membentang dari desa Cibeureum melalui desa Cijedil, Desa Mangunkerta dan Desa Sukajaya, yang membentuk wilayah Kecamatan Cugenang, dan berakhir di Kota Nagrak, Kabupaten Cianjur,” ucapnya.

Tidak hanya desa atau perkampungan yang terletak langsung di jalur , tetapi juga daerah sekitarnya tidak diperbolehkan untuk membangun kembali pemukiman. Ini karena jika terjadi gempa lagi, akan rentan ambruk.

Baca: BMKG Sebut Gempa Cianjur Timbulkan Patahan Baru

Agar pihaknya menyiapkan pernyataan untuk menunjukkan bentang patahan yang melintasi enam desa itu.

Daerah di dalam garis merah atau patahan inti dan area dalam radius 300 meter ke kiri dan radius 500 meter ke kanan patahan.

“Tidak semua desa atau permukiman yang termasuk dalam patahan perlu dibersihkan, hanya area yang bersinggungan langsung dengan ,” ucap Dwikorita.

Baca: Pemkot Palu Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Cianjur

Ia menambahkan, sesuai dengan ketentuan tersebut, warga yang tinggal di desa-desa yang rentan atau dilarang untuk kembali ditempati akan dipindahkan ke sejumlah tertentu tempat-tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah seperti di Kecamatan Cilaku dan Mande. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.