BMKG Prediksi Indonesia Hujan Lebat Saat Natal dan Tahun Baru

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Foto Ilustrasi/Pixabay

Berita Nasional, gemasulawesi – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika () prediksi seluruh Wilayah berpotensi dilanda saat dan 2023.

Kepala Dwikorita mengatakan, curah hujan yang meningkat selama periode dan 2023 disebabkan sejumlah kondisi cuaca yang dinamis.

Termasuk peningkatan aktivitas Monsun Asia yang secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di bagian barat, tengah dan selatan .

Selain itu, kata dia, meningkatnya intensitas seruak dingin Asia dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di bagian barat dan selatan.

Baca: BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Natal dan Tahun Baru

Serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Dinamika atmosfer lainnya mengindikasikan terbentuknya pusat tekanan rendah di sekitar perairan selatan .

Hal ini dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG, Sulawesi Selatan akan Dilanda Hujan Hingga Seminggu Kedepan

Ini termasuk peningkatan kecepatan angin permukaan serta peningkatan ketinggian gelombang di sekitarnya.

“Dan keempat, beberapa aktivitas gelombang atmosfer telah teramati, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), yang terjadi bersamaan dengan Kelvin dan Rossby Khatulistiwa, kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah , khususnya di bagian tengah dan timur,” kata Dwikorita dalam keterangan , Rabu 21 Desember 2022.

Dwikorita menambahkan, selain curah hujan yang tinggi, dinamika atmosfer yang kompleks berpotensi menimbulkan gelombang besar di perairan pada periode 21 hingga 27 Desember 2022.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

Mengenai wilayah perairan , antara lain, kategori tinggi gelombang 2,5–4,0 meter harus diperhatikan di bagian utara Selat Malaka , Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Nias, Kep. Mentawai, Perairan Enggano Barat hingga Lampung, Samudera Hindia Barat, Sumatera, Selat Sunda, Perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.

Banten, Samudera Hindia Selatan, Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan, hingga NTB, Perairan Anambas-Natuna, Perairan Subi-Serasan, Laut Tengah -Jawa dan Laut Sulawesi Timur, Tengah dan Timur, Perairan Sulawesi Utara, Perairan Kep Sitaro Barat, Perairan Kep Sangihe dan Talaud, Pasifik Utara dari Halmahera hingga Papua Barat.

“Jadi, kategori tinggi gelombang adalah 4,0 hingga 6,0 meter di Laut Natuna Utara, Pasifik, Samudra Hindia, Jawa Barat Daya, dan di pusat,” katanya.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Dengan prakiraan cuaca tersebut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini kejadian cuaca ekstrim.

Menurutnya, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi sangat besar terjadi.

“Pemerintah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana hidrometeorologi. Ranting dan dahan yang rapuh harus ditebang dan diperkuat, tegakkan tiang diperkuat agar tidak roboh,” katanya.

Baca: BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada Gelombang Tinggi Empat Meter

Pemerintah Daerah, kata Dwikorita, perlu meningkatkan koordinasi, sinergi dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Selain itu, pemerintah daerah juga harus memastikan kesiapan kapasitas infrastruktur dan sistem pengelolaan sumber daya air untuk menghadapi peningkatan curah hujan.

“Perlu juga peningkatan sosialisasi, edukasi dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait dalam mencegah/mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,” ucapnya. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.