Lemkapi Apresiasi Tindakan Tegas Terhadap Ferdy Sambo

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ferdy Sambo (Foto/Istimewa)

Berita Hukum, gemasulawesi – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Polri (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan, mengatakan penempatan khusus mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Mabes Polri merupakan bentuk tindakan tegas terhadap dugaan pembunuhan Brigadir J.  

“Masyarakat jadi percaya polisi serius mengambil tindakan tegas dalam menangani masalah ini,” kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 7 Agustus 2022.  

Sebelum penerapan kode etik, penempatan prosedural khusus dapat dilakukan untuk alasan keamanan, perhatian publik, pengulangan tindakan menjalani penempatan khusus, dilarang meninggalkan tempat tanpa seizin atasan.

Sarjana dari Universitas Bhayangkara, Jakarta ini mengatakan penembakan Brigadir J membutuhkan waktu lama untuk terungkap karena pihak lain melakukan upaya untuk menghilangkan barang bukti dan membersihkan lokasi kecelakaan atau TKP.  

Akibat ulah pihak lain, kata dia, tim khusus polisi yang dipimpin Irjen Pengawasan Umum Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Edy Pramono mengalami kesulitan di kamp.  

Selain itu, kata dia, minimnya saksi dan hilangnya rekaman kamera pengawas (CCTV) juga membuat penyidikan sulit dilakukan.

“Akhirnya persekongkolan dalam menghilangkan babuk terbongkar,” tuturnya.

Tim khusus kepolisian memeriksa 25 petugas, termasuk Ferdy Sambo, karena diduga mempersulit proses hukum kematian Brigadir J.

“Sudah jelas mereka tidak profesional dan melanggar kode etik,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, pada Sabtu, 6 Agustus 2022, mengatakan, Ferdy Sambo diduga melanggar tata cara penanganan TKP Brigadir J di kediaman dinasnya di Duren Tiga, Selatan. Jakarta. 

Baca: Pemkot Tomohon Optimalisasi Peran Nakes Turunkan Stunting

Dedi menegaskan, penempatan khusus Ferdy Sambo tidak dimaksudkan untuk menangkap dan menetapkan tersangka dalam tindak pidana.

“Sesuai perintah Kapolri harus dipercepat atau tidak boleh lambat prosesnya,” ujarnya.

Brigadir J tewas dalam penembakan di rumah dinas Mabes Propam pada 8 Juli 2022. Kapolri membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut, karena ada manipulasi pelanggaran yang menimbulkan kontroversi publik. (*/AJ)

Baca: Coba Pelajari Resep Cake Kelapa Srikaya Terbaik

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.