Hari Raya Idul Adha 2024, PPSKI Ungkap Sapi Limousin hingga Simental Menjadi yang Paling Banyak Dibeli oleh Pejabat dan Tokoh Besar

Ket. Foto: Sapi Limousin hingga Simental Menjadi yang Paling Banyak Dibeli oleh Tokoh Besar dan Pejabat
Ket. Foto: Sapi Limousin hingga Simental Menjadi yang Paling Banyak Dibeli oleh Tokoh Besar dan Pejabat Source: (Foto/ANTARA/Harianto)

Nasional, gemasulawesi – Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia atau PPSKI, Nanang Purus Subendo, menyatakan jenis sapi yang paling banyak dibeli oleh para pejabat dan tokoh besar di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, adalah sapi jumbo, seperti sapi limousin, simental dan brahman.

Nanang Purus Subendo juga menyampaikan sapi kurban yang paling banyak menarik minat pejabat memiliki kisaran harga 25 juta rupiah hingga 150 juta rupiah.

Nanang Purus Subendo mengungkapkan Jakarta adalah daerah kota paling besar yang tercatat memesan hewan kurban berukuran besar kepada para peternak untuk Idul Adha mendatang.

Baca Juga:
Khawatir Akan Mendapat Ancaman, 10 Saksi dalam Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon Meminta Perlindungan pada LPSK

Namun, dalam kesempatan tersebut, dia juga tidak merinci lebih jelas jumlah sapi yang dipesan tersebut.

“Selain di Jakarta, di beberapa daerah lainnya juga ada, seperti di Surabaya, Medan, Makassar dan Pekanbaru, bahkan Presiden Jokowi juga melakukan penyetoran sapi,” ujarnya.

Dalam keterangannya hari ini, 15 Juni 2024, dia menyebutkan sapi ras lokal lebih banyak dibeli oleh masyarakat umum dikarenakan lebih terjangkau dari sisi harga.

Baca Juga:
Dinilai Penuh Kejanggalan Serta Rekayasa, Menteri Hukum dan HAM Desak Polri Segera Tuntaskan Kasus Pembunuhan Vina

“Untuk harganya sekitar 20 juta hingga 30 jutaan per ekor,” katanya.

Dikutip dari Antara, dia memaparkan minat terhadap sapi ras lokal seperti sapi bali, sapi madura dan sapi kupang.

“Untuk harganya sekitar 20 juta rupiah dan 23 juta rupiah, serta itu paling laris dan paling ramai,” ucapnya.

Baca Juga:
3 Kali Turun Harga, Mobil Jeep Rubicon Mario Dandy Akhirnya Terjual Seharga Rp725 Juta, Begini Kata Kejari Jakarta Selatan

Dia menuturkan hal itu dikarenakan sejauh ini, sapi telah memenuhi syarat untuk dipotong.

Dia melanjutkan semua sapi yang dilalulintaskan telah mengantongi SKKH atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang diterbitkan oleh dinas terkait.

“Semua sapi yang dilalulintaskan juga harus telah melalui vaksin lumpy skin diseases atau LSD, ataupun penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk memastikan keamanan dan juga kesehatan hewan kurban,” terangnya.

Baca Juga:
Wakili Orang Tua Siswa, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sampaikan Permohonan Maaf Atas Aksi 5 Remaja yang Viral Usai Hina Palestina

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menganjurkan masyarakat untuk menyembelih hewan kurban di RPH atau rumah potong hewan sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran PMK atau penyakit mulut dan kuku serta LSD (Lumpy Skin Diseases). (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Berkaitan dengan IKN, Kementerian PUPR Ungkap Mayoritas Pembangunan pada Tahap Pertama Menggunakan APBN

Kementerian PUPR menyatakan pada tahap pertama sekarang ini, pembangunan infrastruktur di IKN sebagian besar menggunakan APBN.

Terkait Indonesia Emas, Mahfud MD Tegaskan Saat Ini Kemakmuran dan Keadilan untuk Rakyat Indonesia Belum Terwujud Nyata

Mahfud MD menyampaikan keadilan dan kemakmuran yang diinginkan belum terwujud nyata untuk masyarakat Indonesia.

Geger! Satpam di Stadion GBK Jakarta Terlibat Adu Mulut dengan Sejumlah Fotografer Olahraga hingga Nyaris Berkelahi

Sebuah video yang memperlihatkan momen satpam di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) cekcok dengan fotografer beredar viral di media sosial.

Detik-detik Perampokan Belasan Jam Tangan Mewah di Kawasan PIK 2 Tangerang Viral, Kerugian Ditaksir Capai Rp14 Miliar

Kerugian ditaksir sampai belasan miliar rupiah, aksi perampokan 18 jam tangan mewah di kawasan PIK 2 ini viral di media sosial.

Badai PHK Massal Industri Tekstil di Indonesia Semakin Tinggi, 13.800 Pekerja Terpaksa Dipulangkan, Ini Alasannya

Badai PHK yang terus menerus terjadi menghantui belasan ribu pekerja di industri tekstil di Indonesia. Simak penyebabnya.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;