Polisi Tangkap Dua Penyelundup Sabu di Watusampu Palu

<p>Dua Penyelundup Sabu Ditangkap di Watusampu Palu (Foto: Illustrasi)</p>
Dua Penyelundup Sabu Ditangkap di Watusampu Palu (Foto: Illustrasi)

Berita kota palu, gemasulawesi– Aparat kepoisian berhasil menangkap penyelundup sabu di wilayah Watusampu Kota Palu.

“Narkoba jenis sabu itu dibawa dari Sulsel tujuan Palu,” ungkap Direktur Direktorat Narkoba Polda Sulteng Kombes Aman Guntoro, di Palu, Sabtu 24 Oktober 2020.

Ia mengatakan, pelaku yang berjumlah dua orang berupaya menyelundupkan tujuh Kg Sabu.

Kedua pelaku penyelundup membawa narkoba jenis sabu ke Watusampu Palu, dengan menggunakan jalur transportasi darat.

Baca juga: Miliki Sabu, Polisi Amankan Dua Warga Sigi Sulteng

“Kedua pelaku berinisial S dan U. Dan mereka masih diintrogasi penyidik guna mengetahui peran atau keterlibatannya,” urainya.

Ia melanjutkan, kedua pelaku penyelendup sabu ke Watusampu Kota Palu itu berasal dari wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Narkoba itu kata dia, dikemas menjadi sejumlah paket dan diletakkan dalam kardus yang juga berisi biskuit.

Terkait Penyalahgunaan Narkotika, Berikut Penjelasan Undang-Undang

Diketahui, terkait penyalahgunaan Narkotika, negara sudah mengaturnya dalam ketentuan UU Narkotika Pasal 114, Pasal 119 dan Pasal 124. Adapun yang membedakan ketiga pasal itu adalah sesuai dengan jenis atau golongan narkotika.

Baca juga: Polres Sigi Sulteng Amankan Tujuh Paket Sabu

Pasal 114 UU Narkotika

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Baca juga: Miliki Sabu 2,46 Gram, Polisi Ringkus Pegawai Honorer Tolitoli

Pasal 119 UU Narkotika

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan II, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Baca juga: Diduga Edarkan Sabu, Polisi Ringkus Warga Tatanga Kota Palu

Pasal 124 UU Narkotika

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan III, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan III sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Baca juga: BNN Sulteng Amankan Pemilik Paket Satu Kg Ganja di Palu

Laporan: Rafiq

...

Artikel Terkait

wave

Positif Corona Sulawesi Tengah Tembus 114 Orang Dalam Enam Hari

Dalam enam hari periode tanggal 19-24 Oktober 2020 terkonfirmasi positif corona di Provinsi Sulawesi tengah tembus 114 orang.

Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi BLT Desa Siniu Parimo

Kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Siniu Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah memasuki babak baru.

Apa Saja Kiat Kejari Parimo Bangun Zona Integritas

Bangun Zona Integritas, Kejaksaan negeri (Kejari) Parigi Moutong menerapkan sejumlah kiat termasuk manajemen perubahan.

Satu Polisi Parimo Tertembak di Kotaraya

Satu petugas Pos Patroli Jalan Raya (PJR) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tertembak di Kotaraya.

Jembatan Sungai Motou Sigi Terputus

Jembatan Sungai Motou Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah terputus akibat diterjang banjir.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;