Istri Anggota DPRD Kediri Kehilangan Uang Puluhan Juta di Rekening BRI Miliknya, Tuntut Ganti Rugi Tapi Tak Dikabulkan, Ini Alasannya

Uang puluhan juta di rekening BRI milik istri anggota DPRD Kediri ini hilang, diduga gegara diretas hacker.
Uang puluhan juta di rekening BRI milik istri anggota DPRD Kediri ini hilang, diduga gegara diretas hacker. Source: Foto/ilustrasi/Dok. BRI

Kediri, gemasulawesi - Erna Hari Purwanti, seorang warga Desa Papar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, mengalami kehilangan uang puluhan juta rupiah dari rekening BRI miliknya.

Didampingi suaminya, Erna mengadu kepada polisi dan OJK karena Bank BRI dinilainya tidak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Menurut Erna, BRI menganggap hilangnya uang sebagai kesalahan dari nasabah.

Awal mula kasus dugaan pembobolan rekening ini bermula saat Erna mendapatkan notifikasi berisi tautan.

Baca Juga:
Terkait Kasus Pembunuhan Vina, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri untuk Mengawal Ketat, Pastikan Tak Ada yang Ditutup-Tutupi

Setelah mengklik tautan tersebut, muncul permintaan kata sandi (password) dan nama pengguna (username) akun BRImo.

Dalam waktu singkat, uang di rekening BRI Erna berkurang sebesar Rp20 juta.

Setelah menyadari adanya pembobolan, Erna segera menghubungi Call Center BRI.

Namun, proses pengaduan mengalami kelambatan sehingga uang dalam dua rekeningnya, yaitu Britama dan Simpedes, tersedot hingga habis.

Baca Juga:
Sempat Disebut Linda Saat Kesurupan, Saksi Baru Bernama Melmel Akhirnya Muncul, Ungkap Detik-detik Kejadian Penyiksaan Vina dan Eki

Erna dan suaminya kemudian melaporkan kejadian ini ke BRI Cabang Pare dan polisi.

Meskipun BRI Cabang Pare meneruskan laporan ke BRI Pusat, pihak BRI Pusat menolak menangani kasus ini dengan alasan menganggapnya kesalahan nasabah.

Murdi Hantoro, suami Erna yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Kediri, menyatakan bahwa BRI harus bertanggung jawab atas kejadian ini karena link BRImo yang masuk ke HP istrinya adalah link palsu yang sangat mirip dengan link resmi BRI.

Menurutnya, BRI seharusnya memberikan sosialisasi terkait link palsu tersebut dan tidak seharusnya menyalahkan nasabah.

Baca Juga:
Menikmati Keindahan Pantai yang Miliki Kemewahan Penginapan di Lummay Villa Lampung Selatan and Resort dengan Destinasi Staycation Terbaik

Karena tidak ada titik temu dengan BRI terkait permasalahan ini, Murdi dan Erna melapor ke OJK.

Menurut Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyadi, kasus ini merupakan contoh dari kasus kesalahan nasabah yang jatuh pada klaim phising.

Bambang menegaskan bahwa perlindungan OJK terhadap konsumen terbatas pada kasus-kasus di mana Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menjadi penyebab kerugian bagi nasabah.

Dalam kasus Erna ini, hasil investigasi BRI menunjukkan adanya kesengajaan dari nasabah dalam mengungkapkan data pribadi, termasuk one time password (OTP), kepada pihak lain.

Baca Juga:
Heboh Dugaan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Plagiat Skripsi Alumni Unsri, Dekan FH UMP Akan Bentuk Tim Investigasi

Hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan hilangnya dana nasabah.

Meskipun demikian, Bambang mengingatkan pentingnya kesadaran dan kehati-hatian nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi mereka.

Meski kasus ini sudah terjadi cukup lama, namun bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tautan atau permintaan informasi sensitif yang mencurigakan, terutama dalam transaksi online.

Selain itu, Murdi juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap kiriman link dari bank atau pihak lain agar tidak tertipu. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Hanya 49 Detik, Nasabah Bank BRI di Makassar Ini Mengaku Kehilangan Uang Rp400 Juta, Bank BRI Beberkan 3 Fakta Mengejutkan

Bank BRI memberikan sejumlah fakta terkait viralnya pengakuan Sigit Prasetya yang kehilangan uang Rp400 juta hanya dalam waktu 49 detik.

Ramai di Twitter! Akun Resmi Bank BRI Mendadak Diserbu Warganet, Keluhkan Banyaknya Uang Nasabah yang Hilang, Capai Belasan Juta Rupiah

Heboh, akun resmi Bank BRI di Twitter mendadak diserbu nasabah, keluhkan soal pelayanan hingga uangnya yang mendadak hilang.

Bekerja Sebagai ART, Nasabah di Bali ini Mendadak Kehilangan Uang Rp36 Juta Tanpa Jejak, BRI Sebut Korban Kejahatan Penipuan Online

Seorang nasabah BRI di Bali yang bekerja sebagai ART kehilangan uang Rp36 juta. Begini tanggapan Pemimpin Kantor Cabang BRI Denpasar.

Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa di Masjid Sheikh Zayed Solo Berhasil Diamankan, Kerugian Korban Nyaris Capai Rp1 Miliar

Viral di media sosial penipuan dengan modus pesanan fiktif katering buka puasa di Masjid Sheikh Zayed, polisi tangkap pelaku.

Waspadai Modus Penipuan Format APK di Whatsapp, Polisi Tegaskan Kiriman Bukti Surat Tilang Elektronik Hanya Melalui Situs Resmi E-TLE

Bukan melalui WhatsApp, polisi tegaskan bahwa pengiriman bukti surat tilang hanya dikirim melalui surat elektronik.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;