Rumah Terendam Lumpur, Korban Banjir di Desa Mbuwu Kabupaten Donggala Akui Belum Mendapatkan Lokasi untuk Mengungsi

Ket. Foto: Lokasi Pengungsian Belum Didapatkan Korban Banjir di Desa Mbuwu Kabupaten Donggala
Ket. Foto: Lokasi Pengungsian Belum Didapatkan Korban Banjir di Desa Mbuwu Kabupaten Donggala Source: (Foto/ANTARA /HO (Sekdes Mbuwu))

Donggala, gemasulawesi – Warga korban banjir di Desa Mbuwu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, mengakui mereka belum mendapatkan lokasi untuk mengungsi.

Sekretaris Desa Mbuwu, Mardiana, pada hari Senin malam, tanggal 24 Juni 2024, mengatakan terdapat korban banjir yang masih di rumah.

Mardiana menyampaikan mereka kebingungan karena tidak mengetahui dapat beristirahat dimana, dikarenakan di dalam rumah mereka berisikan lumpur.

Baca Juga:
Kabur dari Polsek Biromaru Kabupaten Sigi, 2 Orang Tahanan Berhasil Ditangkap Aparat Kepolisian

Dia menyatakan saat ini, banjir di Desa Mbuwu telah surut dan sejumlah warga juga sedang membersihkan material lumpur yang terbawa oleh banjir.

Dia melanjutkan di daerah tersebut terdapat 5 dusun, dimana yang paling parah adalah dusun satu, tiga dan dusun empat.

“Untuk berapa yang terdampak, belum dapat dipastikan,” katanya.

Baca Juga:
Rangkaian Hari Bhayangkara ke 78, Polda Sulawesi Tengah Menggelar Bakti Kesehatan Sejumlah Operasi Gratis untuk Masyarakat

Dia memaparkan untuk jumlah KK ada sekitar 400 di Desa Mbuwu.

Dikutip dari Antara, hingga kini, aliran listrik di Desa Mbuwu juga masih padam dan warga menggunakan aki untuk menyambungkan ke lampu.

Disebutkan dari video amatir yang direkam oleh warga saat banjir menerjang desa, salah satu rumah warga terseret arus.

Baca Juga:
Penanggulangan Bencana Banjir Bandang, 2 Ton Beras Didistribusikan Dinas Pangan Parigi Moutong untuk Memenuhi Kebutuhan Makan Pengungsi

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Sulawesi Tengah, intensitas hujan yang tinggi dan juga berlangsung lama menyebabkan air di sungai yang ada di desa tersebut meluap.

Di sisi lain, banjir bandang menerjang dan membuat 52 unit rumah warga yang ada di Desa Rejeki Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terendam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sigi, Henri Kusuma Rombe, menyampaikan intensitas curah hujan yang tinggi sejak 2 hari terakhir di pegunungan mengakibatkan debit air pada DAS atau daerah aliran sungai Menusi dan Menoo meluap.

Baca Juga:
Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Medan Buka Suara Usai Video Orang Tua Menuduhnya Korupsi dan Ngamuk Gegara Anaknya Ditinggal Kelas Viral

“Sejumlah fasilitas yang terdampak oleh banjir bandang, yakni kerusakan pintu air pada bangunan bendungan irigasi Menusi dan juga kerusakan intake serta jaringan pipanisasi atau PAMSIMAS, yang membuat pasokan kebutuhan air bersih terputus,” terangnya.

Dia melanjutkan jika terdapat juga kerusakan jembata desa yang merupakan akses menuju dusun 1 RT 04, bagian oprit tergerus banjir dan juga terjadi kerusakan areal persawahan serta kebun masyarakat yang seluas 5 hektare. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Kantor KPU Kabupaten Labuhanbatu Utara di Sumatera Utara Dilanda Kebakaran Hebat, Seluruh Berkas Penting Ludes Dilahap Api

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) hangus terbakar. Ini sejumlah kerugian yang dialami.

Termasuk Sinkronisasi, Pj Bupati Muna Barat Sebut Penyusunan RPJPD Telah Memenuhi Seluruh Tahapan

Disebutkan Pj Bupati Muna Barat, penyusunan RPJPD telah memenuhi seluruh tahapan sesuai dengan ketentuan yang termasuk dengan sinkronisasi.

Geram! Kepala Desa Curah Cottok Keluhkan Hadiah Juara untuk Atlet Cilik Tak Sesuai, Sindir Dinas Pendidikan Situbondo Sebagai Penyelenggara

Keluhan Kepala Desa Curah Cottok yang geram karena hadiah juara untuk atlet cilik di desanya tak sesuai menjadi viral di media sosial.

Ratusan Lapak Pedagang Kaki Lima di Sepanjang Jalan Raya Puncak Bogor Digusur Satpol PP, Sempat Ada Perlawanan hingga Berakhir Ricuh

Penertiban ratusan lapak PKL yang ada di sepanjang jalan di kawasan Gunung Mas Puncak, Cisarua, Bogor sempat diwarnai kericuhan.

Konser di Tangerang Berakhir Ricuh, Sound System dan Panggung Lentera Festival 2024 Hangus Dibakar Penonton, Ternyata Ini Penyebabnya

Gagalnya event konser di Tangerang membuat penonton emosi hingga membakar panggung Lentera Festival 2024. Ternyata ini penyebabnya.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;