Terdiri dari Fisik dan Administrasi, Balai Karantina Sulut Lakukan Tindakan Pemeriksaan terhadap Puluhan Ton Kelapa Parut Sebelum Diekspor

Ket. Foto: Tindakan Pemeriksaan terhadap Puluhan Ton Kelapa Parut Dilakukan Balai Karantina Sulut Sebelum Diekspor
Ket. Foto: Tindakan Pemeriksaan terhadap Puluhan Ton Kelapa Parut Dilakukan Balai Karantina Sulut Sebelum Diekspor Source: (Foto/ANTARA/HO-Karantina)

Manado, gemasulawesi – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara atau Sulut memastikan jika 20 ton kelapa parut yang berasal dari daerah tersebut aman dan juga siap untuk diekspor ke Belanda, yang merupakan tujuan ekspor.

Dalam keterangannya pada hari ini, tanggal 2 Juli 2024, Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara, I Wayan Kertanegara, menyampaikan Balai Karantina Sulawesi Utara melalui Satuan Pelayan atau Satpel Pelabuhan Laut Bitung melakukan tindakan pemeriksaan terhadap kelapa-kelapa parut tersebut.

Diketahui jika puluhan ton kelapa parut tersebut merupakan milik PT Tropika Cocoprima atau TCP.

Baca Juga:
Agar Ada Kesempatan untuk Melakukan Sortir, KPU Provinsi Gorontalo Upayakan Proses Pencetakan Surat Suara untuk PSU Dilakukan Sangat Singkat

Dia mengungkapkan jika pemeriksaan yang dilakukan terdiri dari fisik dan juga administrasi.

“Juga kesehatan media pembawa untuk mengecek kesesuaian jenis, jumlah dan ukuran, juga kelengkapan dokumen yang sebelumnya telah dipersyaratkan oleh negara tujuan,” katanya.

Dikutip dari Antara, dia menyampaikan produk olahan kelapa adalah salah satu komoditas perkebunan unggulan dari Sulawesi Utara yang laris di pasar internasional.

Baca Juga:
Sebesar 0,18 Persen, Inflasi di Sulteng Tertinggi pada Kelompok Makanan, Tembakau dan Minuman

“Sebelum diizinkan untuk diekspor ke negara tujuan, produk olahan kelapa harus melewati pemeriksaan,” ujarnya.

Dia menyatakan pemeriksaan tersebut dilakukan petugas Balai Karantina Sulawesi Utara.

Dia menyatakan hal tersebut dilakukan untuk menjamin komoditas itu telah memenuhi semua persyaratan.

Baca Juga:
Agar Kebutuhan Data Dapat Terpenuhi, Pemkab Sigi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komitmen Setiap OPD serta Instansi Lainnya

I Wayan Kertanegara menyampaikan pemeriksaan itu juga dilakukan untuk memastikan komoditas yang akan dikirim telah bebas dari OPTK atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, seperti hama gudang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Karantina Tumbuhan, Dwi Rachmanto, menerangkan bahwa kelapa parut adalah media pembawa OPTK berisiko rendah atau low risk.

Menurutnya, itu berarti produk yang terkait minim risiko dalam menyebarkan ancaman OPTK ke negara tujuan, dikarenakan kelapa parut itu telah melalui proses pengolahan sebagaimana standar yang sebelumnya telah ditetapkan oleh negara tujuan.

Baca Juga:
Terdampak Banjir Bandang, Bantuan Modal Usaha dari Kemenkop Diberikan Pemkab Parigi Moutong kepada 150 Pelaku UMKM

“Balai Karantina tidak hanya memiliki peran penting dalam mencegah ancaman penyebaran penyakit hewan, ikan dan juga tumbuhan antar area dan juga antar negara, namun, juga memiliki peran dalam menjaga keamanan pangan,” pungkasnya. (Antara)

 

...

Artikel Terkait

wave
Usai Aksi WNA Asal Denmark Perbaiki Jembatan yang Rusak di Wakatobi Viral, Kepala Desa Samabahari Justru Mengaku Kecewa Gegara Ini

Viral YouTuber asal Denmark Kristian Hansen memperbaiki jembatan rusak di Wakatobi. Namun kepala desa akui kecewa dan sebut masih layak.

Miris! Bentrokan Antar Pemuda di Daerah Belawan Warnai Hari Jadi Kota Medan yang ke 434, Aksi Saling Lempar Batu Tak Terhindarkan

Hari Jadi Kota Medan yang ke 434 dihiasi dengan bentrokan anakmuda yang terjadi di daerah Belawan. Apa penyebabnya?

Kecewa dengan Harganya yang Anjlok Parah, Aksi Petani Asal Solok Sumatera Barat Buang Tomat ke Jurang Ini Viral di Media Sosial

Petani di Solok buang tomat ke jurang gara-gara harga anjlok hingga Rp500 per kilogram, pilih membuang tomatnya daripada membusuk.

Dijanjikan 3 Anaknya Masuk Akpol dan TNI, Ibu di Sumatera Utara Ini Malah Jadi Korban Penipuan hingga Rp4 Miliar, Begini Kronologinya

Lestina Barus, seorang warga di Sumatera Utara menjadi korban dugaan penipuan modus masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Sejumlah Pengungsi Membangun Tenda di Kawasan Kuningan, Pengecekan Langsung Telah Dilakukan oleh Pj Gubernur Jakarta

Pengecekan langsung beberapa pengungsi yang mendirikan tenda di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, telah dilakukan Pj Gubernur.

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;