Miris! Oknum Pesilat di Kediri Keroyok Pengendara Motor dan Istrinya yang Sedang Hamil hingga Alami Keguguran, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video diduga sekelmpok perguruan silat di Kediri, Jawa Timur mengeroyok pria dan wanita yang sedang hamil viral.
Video diduga sekelmpok perguruan silat di Kediri, Jawa Timur mengeroyok pria dan wanita yang sedang hamil viral. Source: Foto/Instagram @fakta.suroboy

Kediri, gemasulawesi - Sebuah insiden tragis terjadi di Kediri, Jawa Timur, ketika sekelompok oknum pesilat melakukan penyerangan terhadap pasangan suami istri yang sedang mengendarai motor. 

Pengeroyokan oknum pesilat di Kediri ini mengakibatkan sang istri yang sedang hamil terjatuh dan mengalami keguguran.

Menurut keterangan saksi, kejadian ini bermula saat pasangan tersebut sedang berkendara di jalan. Sekelompok oknum pesilat menghentikan mereka dan memaksa kedua pengendara untuk turun dari motor. 

Sang istri yang sedang hamil ditarik hingga terjatuh dari motor. 

Baca Juga:
Truk Mitsubishi Tabrak Pagar Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi dan Lindas 3 Sepeda Motor hingga Rusak Parah, Polisi Beberkan Kronologinya

Saksi mata di lokasi kejadian, Yeni, menyebutkan bahwa pengeroyokan ini diduga terjadi karena korban mengenakan atribut yang dianggap musuh oleh kelompok pesilat tersebut.

"Updatenya, si istri keguguran. Alasannya karena pakai atribut musuh mereka. Menurut info, mereka yang mengeroyok sedang dalam keadaan mabuk," ujar Yeni.

Kejadian ini tidak hanya menimbulkan luka fisik tetapi juga trauma mendalam bagi korban dan keluarganya. 

Tragedi ini juga memicu kemarahan dan keprihatinan masyarakat sekitar yang mengecam tindakan brutal tersebut.

Baca Juga:
Diminta untuk Segera Meninggalkan Kota Melalui Pesan Teks, Ketakutan dan Kecemasan Ekstrem Dikabarkan Melanda Warga Khan Younis

Pihak kepolisian setempat telah merespons kejadian ini. Kepala Seksi Humas Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota, Inspektur Satu (Iptu) Nanang, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait pengeroyokan ini. 

Namun, polisi akan menyelidiki lokasi kejadian berdasarkan video yang beredar di media sosial. 

"Belum (mengetahui detail peristiwa). Nanti coba saya cari tahu ke reserse kriminal," ujar Iptu Nanang, dikutip pada Selasa, 2 Juli 2024.

Pemangku keamanan di wilayah Kabupaten Kediri, yakni Polres Kediri, juga sedang menyelidiki video tersebut.

Baca Juga:
Terdiri dari Fisik dan Administrasi, Balai Karantina Sulut Lakukan Tindakan Pemeriksaan terhadap Puluhan Ton Kelapa Parut Sebelum Diekspor

Polisi berkomitmen untuk mencari tahu pelaku serta motif pengeroyokan ini. 

Mereka akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan bahwa para pelaku dapat diidentifikasi dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum pesilat tersebut. 

Warga berharap pihak kepolisian dapat bertindak cepat dan adil dalam menangani kasus ini. 

Baca Juga:
Agar Ada Kesempatan untuk Melakukan Sortir, KPU Provinsi Gorontalo Upayakan Proses Pencetakan Surat Suara untuk PSU Dilakukan Sangat Singkat

Video pengeroyokan ini pun dengan cepat beredar luas di media sosial dan memunculkan beragam komentar netizen.

"Bubarkan organisasi silatnya dan pidana pesilatnya, karena pengeroyokan yang mengakibatkan keguguran, secara tidak langsung melakukan pembunuhan," komentar akun @afr***.

Tak sedikit dari mereka yang juga kecewa dan mengecam aksi pesilat tersebut.

"Hei kalian @pencakk_silatindonesia @pb.pencaksilatindonesia, bisakah kalian mengurus atau mendidik junior-junior kalian ini, ha? Begini kah sikap seorang pendekar silat? 'Rusuh, ugal-ugalan, keroyok orang yang tidak bersalah.' Kasus seperti ini bukan hanya satu atau dua kali terjadi, tetapi sering muncul di FYP. Bisa kalian tanggung jawab atas kejadian ini? Kalian sebagai senior wajib bertanggung jawab dengan kejadian ini. Paham kalian?" komentar akun @and***.

Baca Juga:
Agar Kebutuhan Data Dapat Terpenuhi, Pemkab Sigi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komitmen Setiap OPD serta Instansi Lainnya

Penyerangan oleh sekelompok oknum pesilat terhadap pasangan suami istri di Kediri merupakan tindakan kriminal yang sangat disayang

Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah untuk menyelidiki kejadian ini dan memastikan keadilan bagi korban. 

Masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kedamaian dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan orang lain. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Usai Aksi WNA Asal Denmark Perbaiki Jembatan yang Rusak di Wakatobi Viral, Kepala Desa Samabahari Justru Mengaku Kecewa Gegara Ini

Viral YouTuber asal Denmark Kristian Hansen memperbaiki jembatan rusak di Wakatobi. Namun kepala desa akui kecewa dan sebut masih layak.

Usai Petisi Tuntut Menkominfo Mundur Imbas Diretasnya PDN Viral, Relawan Pro Jokowi Pasang Badan, Bongkar Sejumlah Temuan yang Didapat

Relawan Pro Jokowi (Projo) angkat bicara soal adanya desakan mundurnya Budi Arie dari jabatannya sebagai Menkominfo.

Kecewa dengan Harganya yang Anjlok Parah, Aksi Petani Asal Solok Sumatera Barat Buang Tomat ke Jurang Ini Viral di Media Sosial

Petani di Solok buang tomat ke jurang gara-gara harga anjlok hingga Rp500 per kilogram, pilih membuang tomatnya daripada membusuk.

Temukan Sejumlah Fakta Baru! Kemenkes Buka Suara Terkait Viralnya Bayi di Sukabumi yang Meninggal Usai Disuntik 4 Jenis Imunisasi Sekaligus

Baru-baru ini heboh soal bayi di Sukabumi yang meninggal setelah mendapatkan imunisasi ganda. Begini kata Kemenkes RI.

Viral di Media Sosial! Aksi Petugas Dishub Hapus Tulisan Parkir Gratis di Depan Minimarket Ini Bikin Geram

Petugas Dishub ini viral usai aksinya menghapus tulisan parkir gratis yang ada di depan minimarket tersebar luas di media sosial.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;