Geger! Pensiunan Kepala Sekolah di Surabaya Ketahuan Tilap Uang Ratusan Guru di KPRI Tegar hingga Rp2,3 Miliar, Alasannya Bikin Emosi

Seorang mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di Surabaya akui gelapkan uang miliar rupiah untuk hal ini.
Seorang mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di Surabaya akui gelapkan uang miliar rupiah untuk hal ini. Source: Foto/ilustrasi/Pexels

Surabaya, gemasulawesi - Seorang pensiunan Kepala Sekolah SD Negeri di Surabaya, berinisial MI (61), terlibat dalam skandal besar terkait penyalahgunaan dana koperasi KPRI Tegar. 

MI mengakui telah menggunakan dana koperasi sebesar Rp 2,3 miliar untuk kepentingan pribadi, termasuk membangun rumah mewah, kos-kosan, dan membeli tanah untuk pasar. 

Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan anggota koperasi, terutama sekitar 200 guru SD, justru digunakan untuk proyek pribadi MI.

MI, yang menjabat sebagai ketua koperasi KPRI Tegar selama sepuluh tahun, akhirnya mengakui bahwa selama masa jabatannya, ia telah menggunakan dana koperasi untuk membiayai proyek-proyek pribadi. 

Baca Juga:
Ini Dia Keindahan Tersembunyi Air Terjun Kambellung, Destinasi Wisata Alam dengan Tiga Tingkatan Eksotis di Sulawesi Barat

“Waktu sepuluh tahun saya jadi bendahara. Saya pakai dulu uangnya buat bangun rumah dan pasar,” ujar MI, dikutip pada Jumat, 2 Agustus 2024.

Pengakuan ini terungkap setelah para anggota koperasi, yang sebagian besar merupakan guru-guru SD, mulai menyadari adanya penyimpangan dana.

Kekacauan mulai terlihat ketika para guru yang merupakan anggota koperasi mengetahui adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan dana koperasi. 

Mereka segera mengunjungi rumah MI pada 21 Juni 2023, untuk menuntut pertanggungjawaban terkait dana yang telah disalahgunakan. 

Baca Juga:
Keindahan Terumbu Karang dan Tebing Eksotis dari Pantai Taraujung, Intiplah Destinasi Wisata Bahari Unik di Sulawesi Barat

MI mengklaim bahwa ia telah mencicil sebagian dari dana yang dipinjam, namun masih terdapat utang sekitar Rp 2,3 miliar yang belum dilunasi. 

Kejadian ini menambah ketegangan di kalangan anggota koperasi yang merasa dirugikan oleh tindakan MI.

Kasus penyalahgunaan dana koperasi ini memiliki dampak besar terhadap para anggota koperasi. 

Sekitar 200 guru SD yang menjadi anggota koperasi KPRI Tegar kini menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan keuangan mereka. 

Baca Juga:
Menikmati Pesona Alam Silancur Highland, Yuk Kunjungi Destinasi Wisata Instagramable di Kaki Gunung Sumbing Magelang

Uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, seperti program kesejahteraan anggota dan pengembangan koperasi, justru digunakan untuk proyek pribadi yang menguntungkan MI. 

Kejadian ini menciptakan ketidakadilan dan memicu keresahan di kalangan anggota koperasi.

Pihak berwenang perlu mengambil langkah tegas untuk menangani kasus ini. 

Proses hukum harus dilakukan untuk memastikan bahwa MI mempertanggungjawabkan tindakannya dan dana yang telah disalahgunakan dapat dikembalikan kepada anggota koperasi. 

Baca Juga:
Menyebabkan Banyak Orang Terluka, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Sebuah Blok Apartemen di Kota Gaza

Penegakan hukum yang transparan dan adil sangat penting untuk memberikan rasa keadilan kepada para anggota koperasi dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Kasus penyalahgunaan dana koperasi yang melibatkan Kepala Sekolah SD Negeri di Surabaya, MI, menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana koperasi. 

Dengan pengakuan MI terkait penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, para anggota koperasi kini menghadapi tantangan besar dalam upaya memperoleh kembali hak-hak mereka. 

Proses hukum yang sedang berlangsung akan menentukan keadilan dalam kasus ini dan memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya integritas dalam pengelolaan dana bersama. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Protes Orang Tua Murid Terkait Dugaan Pungli Buku Pelajaran di Sejumlah Sekolah Viral, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Angkat Bicara

Usai diserbu emak-emak yang protes terkait dugaan pungli buku pelajaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda buka suara.

Geram! Protes Dugaan Pungli Buku Pelajaran di Sejumlah Sekolah hingga Rp600 Ribu per Anak, Orang Tua Siswa Geruduk Balai Kota Samarinda

Orang tua siswa di Samarinda memprotes dugaan adanya pungli di sejumlah sekolah terkait pembelian buku pelajaran, yang sangat memberatkan.

Seluruh Ruang Kelas Hangus Terbakar, Siswa SDN Pondok Bambu 01 Jakarta Timur Lakukan Kegiatan Belajar Mengajar Sementara di Sekolah Lain

Kebakaran menghanguskan seluruh ruang kelas yang ada di SD Negeri Pondok Bambu 01, Jakarta Timur, namun KBM tetap berjalan di sini.

Untuk Meningkatkan Kualitas SDM Tenaga Pendidik, Program Magang Kepala Sekolah dan Guru Akan Diupayakan Pemkot Palu Tetap Berlanjut

Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, akan mengupayakan tetap berlanjutnya program magang kepala sekolah dan juga guru.

Ditandai dengan Penandatanganan Prasasti, Gubernur Sulteng Resmikan Gedung Unit Sekolah Baru SMKN 8 Palu

Gedung Unit Sekolah Baru atau USB SMK Negeri 8 Palu diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, yang ditandai penandatanganan prasasti.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;