Diupayakan pada Semester 2 Nanti Dapat Terserap Optimal, Realisasi Distribusi Pupuk Subsidi Jenis Urea di Sulteng Sejak Januari hingga Juni Sekitar 25,7 Persen

Ket. Foto: Realisasi Distribusi Pupuk Subsidi Jenis Urea di Sulawesi Tengah Sejak Januari hingga Juni Sekitar 25,7 Persen
Ket. Foto: Realisasi Distribusi Pupuk Subsidi Jenis Urea di Sulawesi Tengah Sejak Januari hingga Juni Sekitar 25,7 Persen Source: (Foto/Duan)

Palu, gemasulawesi – Realisasi distribusi pupuk subsidi jenis urea di Provinsi Sulawesi Tengah pada semester 1 tahun 2024 baru mencapai 14.875 ton.

Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah pada tanggal 2 Agustus 2024.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Nelson Metubun, mengatakan realisasi ini sejak bulan Januari hingga Juni sekitar 25,7 persen dan diupayakan pada semester 2 nanti dapat terserap optimal.

Baca Juga:
Dikuti Ribuan Umat Muslim, Shalat Gaib untuk Ismail Haniyeh Digelar pada Sejumlah Lokasi di Makassar

Nelson Metubun menerangkan pupuk adalah salah satu sarana produksi atau saprodi pertanian, sehingga dianggap sangat mendasar untuk kelangsungan pencapaian produktivitas dan produksi pertanian.

Oleh karena itu, tanpa pupuk, petani kesulitan meningkatkan produksi pertanian mereka, sehingga pemerintah melakukan intervensi lewat program subsidi.

Dia mengatakan dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, hanya Kabupaten Banggai Laut tidak mendapat alokasi pupuk subsidi, sebab daerah tersebut sebagian besar tidak bergerak di sektor pertanian.

Baca Juga:
Viral Dugaan Pungli Oknum Bendahara yang Potong Dana Tunjangan Sertifikasi Guru di SMAN 3 Kota Bumi Lampung Utara, Segini Besarannya

Dia menuturkan pupuk subsidi terbagi dalam 3 jenis, yaitu urea, NPK Phonska dan NPK formula khusus, yang mana pada triwulan 1 2024, Sulawesi Tengah mendapatkan tambahan alokasi sebanyak 128.057 ton dari alokasi sebelumnya hanya 61.816 ton.

Penambahan pupuk subsidi berdasarkan usulan pemerintah daerah atau pemda Sulawesi Tengah kepada Kementerian Pertanian, sebab petani mengeluhkan alokasi tidak cukup untuk penggunaan dalam setahun.

Dia menuturkan pupuk subsidi hanya dikhususkan untuk sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, sebagaimana diatur dalam Permentan atau Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2023.

Baca Juga:
Kerap Bikin Onar dan Meresahkan, 21 WNA di Kawasan PIK2 Tangerang yang Melanggar Aturan Keimigrasian Diamankan Petugas Gabungan

Nelson Metubun mengatakan selain urea, pihaknya juga mencatat realisasi pupuk NPK Phonska 11.798 ton atau kurang lebih 21,4 persen dari jumlah alokasi 55.069 ton, sedangkan realisasi NPK formula khusus 1.024 ton atau kurang lebih 6,8 persen dari alokasi 15.074 ton.

Dari 12 kabupaten penerima pupuk subsidi, Kabupaten Parigi Moutong memperoleh alokasi pupuk paling banyak, yaitu urea 14.049 ton dengan presentasi realisasi sekitar 24,1 persen, lalu NPK Phonska 12.408 ton dan realisasi 19,8 persen.

Sedangkan NPK formula khusus memperoleh alokasi 3.229 ton dengan realisasi penyaluran 7,7 persen. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Sakit Hati Gegara Sering Ditanya Kapan Menikah, Pensiunan ASN Ini Tewas Dibunuh Seorang Pria 45 Tahun di Tapanuli Selatan

Pria di Tapanuli Selatan bunuh pensiunan ASN lantaran kesal karena kerap menanyakan kapan menikah kepada dirinya dengan bercanda.

Aksi Pengeboran dan Pengilangan Rugikan Negara hingga Rp4,8 Triliun, Tim Gabungan Tutup Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin

Satgas Penanggulangan Pengeboran Ilegal dan Pengilangan Ilegal Sumsel bergerak cepat menutup sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin.

Protes Pungutan Liar Sejumlah SD SMP Negeri di Samarinda Malah Diintimidasi, Orangtua Murid Kembali Demo, Tuntut Pemerintah Segera Bertindak

Dugaan pungutan liar di SD dan SMP Negeri Samarinda viral, memicu aksi demo orangtua murid yang menuntut tindakan tegas dari pemerintah.

Menolak Bayar Iuran Rp140 Juta per Bulan ke RW, Warga Tutup Akses Jalan Menuju Sekolah SMP Swasta di Surabaya, Begini Titik Permasalahannya

Sebuah sekolah swasta di Surabaya, Jawa Timur, berseteru dengan warga karena pihak RW meminta kenaikan iuran menjadi Rp 140 juta.

Geger! Pensiunan Kepala Sekolah di Surabaya Ketahuan Tilap Uang Ratusan Guru di KPRI Tegar hingga Rp2,3 Miliar, Alasannya Bikin Emosi

Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di Surabaya diduga menggelapkan dana koperasi guru sebesar Rp2,3 miliar.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;