Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Budi Daya Komoditas Udang Dikembangkan oleh Pj Gubernur Sulawesi Barat

Ket. Foto: Pj Gubernur Sulbar mengembangkan budi daya komoditas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Ket. Foto: Pj Gubernur Sulbar mengembangkan budi daya komoditas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Source: (Foto/ANTARA Foto/HO Humas Pemprov Sulbar)

Mamuju, gemasulawesi – Pj Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, mengembangkan budi daya komoditas udang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga membangun ekonomi daerah.

Dalam keterangannya di Mamuju pada hari Jumat, tanggal 2 Agustus 2024, Bahtiar Baharuddin mengatakan Sulawesi Barat mempunyai panjang pantai 600 kilometer yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan komoditas udang dan menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai sentra produksi udang.

Bahtiar Baharuddin menyebutkan pengembangan komoditas udang sejalan dengan ekonomi biru yang dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan ekonomi daerah dari sektor kelautan.

Baca Juga:
Diupayakan pada Semester 2 Nanti Dapat Terserap Optimal, Realisasi Distribusi Pupuk Subsidi Jenis Urea di Sulteng Sejak Januari hingga Juni Sekitar 25,7 Persen

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan studi karya inovasi ke Kabupaten Barru yang telah berhasil mengembangkan komoditas udang,” katanya.

Dia melanjutkan jajaran pimpinan organisasi pemerintah daerah atau OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan kunjungan ke PT Bogatama Marinusa atau Bomar di Kabupaten Barru, untuk melakukan studi pengembangan komoditas udang di perusahaan itu.

Dia menyatakan PT Bomar telah mengembangkan udang dengan memanfaatkan teknologi budidaya udang modern dan juga telah berhasil mengembangkan sistem bisnis.

Baca Juga:
Dikuti Ribuan Umat Muslim, Shalat Gaib untuk Ismail Haniyeh Digelar pada Sejumlah Lokasi di Makassar

Bahtiar mengatakan perusahaan itu menggunakan sistem transformasi dari metode kolam tanah menjadi sistem bioflok canggih dan sistem diterapkan pembudidayaan di berbagai lokasi di wilayah pesisir.

“PT Bomar telah menjadi perusahaan eksportir udang paling besar di Indonesia dan menyatakan siap membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk membangun ekosistem bisnis udang di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, dia menyampaikan PT menembus pasar ekspor seperti Jepang, Uni Eropa dan juga Amerika Serikat untuk memasok udang segar menjadi produk makanan siap saji, seperti frozen atau tempura.

Baca Juga:
Viral Dugaan Pungli Oknum Bendahara yang Potong Dana Tunjangan Sertifikasi Guru di SMAN 3 Kota Bumi Lampung Utara, Segini Besarannya

Dia menuturkan sistem bisnis dan pengembangan udang yang dilakukan PT Bomar akan diterapkan di Sulawesi Barat dengan memanfaatkan potensi lahan untuk tambakudang yang mencapai 30 ribu hektare dengan tingkat produktivitas mencapai 15 ton per hektare.

Bahtiar Baharuddin menyebutkan PT Bomar akan melakukan pendampingan nelayan dan warga Sulawesi Barat yang tertarik melakukan budidaya udang yang berkelas dan juga memiliki kualitas tinggi untuk diekspor ke negara-negara maju. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Kerap Bikin Onar dan Meresahkan, 21 WNA di Kawasan PIK2 Tangerang yang Melanggar Aturan Keimigrasian Diamankan Petugas Gabungan

Sebanyak 21 warga negara asing (WNA) yang menetap di PIK2 Kabupaten Tangerang diamankan petugas gegara sering bikin onar.

Sakit Hati Gegara Sering Ditanya Kapan Menikah, Pensiunan ASN Ini Tewas Dibunuh Seorang Pria 45 Tahun di Tapanuli Selatan

Pria di Tapanuli Selatan bunuh pensiunan ASN lantaran kesal karena kerap menanyakan kapan menikah kepada dirinya dengan bercanda.

Aksi Pengeboran dan Pengilangan Rugikan Negara hingga Rp4,8 Triliun, Tim Gabungan Tutup Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin

Satgas Penanggulangan Pengeboran Ilegal dan Pengilangan Ilegal Sumsel bergerak cepat menutup sumur minyak ilegal di Musi Banyuasin.

Protes Pungutan Liar Sejumlah SD SMP Negeri di Samarinda Malah Diintimidasi, Orangtua Murid Kembali Demo, Tuntut Pemerintah Segera Bertindak

Dugaan pungutan liar di SD dan SMP Negeri Samarinda viral, memicu aksi demo orangtua murid yang menuntut tindakan tegas dari pemerintah.

Menolak Bayar Iuran Rp140 Juta per Bulan ke RW, Warga Tutup Akses Jalan Menuju Sekolah SMP Swasta di Surabaya, Begini Titik Permasalahannya

Sebuah sekolah swasta di Surabaya, Jawa Timur, berseteru dengan warga karena pihak RW meminta kenaikan iuran menjadi Rp 140 juta.

Berita Terkini

wave

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal


See All
; ;