Guna Menyukseskan Pengembangan TSTH2, Karantina Sulut Melakukan Kolaborasi dengan Instansi Terkait Lainnya dengan Mengumpulkan Semua Jenis Tanaman Herbal

Ket. Foto: Karantina Sulawesi Utara Melakukan Kolaborasi dengan Instansi Terkait Lainnya dengan Mengumpulkan Semua Jenis Tanaman Herbal Guna Menyukseskan Pengembangan TSTH2
Ket. Foto: Karantina Sulawesi Utara Melakukan Kolaborasi dengan Instansi Terkait Lainnya dengan Mengumpulkan Semua Jenis Tanaman Herbal Guna Menyukseskan Pengembangan TSTH2 Source: (Foto/ANTARA/HO-Kemenag.)

Manado, gemasulawesi – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara melakukan kolaborasi dengan instansi terkait lainnya dengan mengumpulkan semua jenis tanaman herbal guna menyukseskan TSTH2 atau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura di Sumatera Utara.

Dalam keterangannya pada hari Selasa, tanggal 20 Agustus 2024, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Dwi Rachmanto, mengatakan dalam upaya menyukseskan pengembangan TSTH2, Karantina Sulut menjalin kolaborasi kuat bersama banyak instansi dalam mengakomodir pengumpulan serta pengiriman bibit tanaman herbal.

Dwi Rachmanto menyampaikan pihaknya menggandeng pemerintah daerah di kota atau kabupaten hingga TNI Angkatan Darat se-Sulawesi Utara.

Baca Juga:
Pilkada 2024, Bawaslu Parigi Moutong Dilaporkan Melakukan Pengawasan Penempelan Daftar Pemilih Sementara

“Pengumpulan tanaman herbal ini dipusatkan ke Kantor Balai Karantina Sulut,” ujarnya.

Selanjutnya, tanaman-tanaman tersebut akan memperoleh tindakan karantina sesuai standar operasional prosedur atau SOP sebelum diberangkatkan dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju ke Bandara Silangit di Provinsi Sumatera Utara.

Dia menerangkan untuk memastikan bibit tanaman herbal itu aman, sehat dan bebas dari OPTK atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, petugas Karantina Sulut akan melakukan tindakan pemeriksaan fisik,” katanya.

Baca Juga:
Dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Lanal Palu, Komandan Lantamal VI Makassar Secara Langsung Pimpin Upacara Sertijab Komandan Lanal Palu

Dia menambahkan dilanjutkan dengan perlakuan berupa pemberian nematisida sistemik untuk mengendalikan nematoda.

Dikutip dari Antara, dia menuturkan setelah bibit tanaman dipastikan aman dan sehat, Karantina Sulut juga akan menjalin kerja sama dengan jasa ekspedisi dan maskapai penerbangan untuk bersinergi menyukseskan pengiriman bibit ke daerah tujuan.

Di sisi lain, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara menggagalkan pengiriman unggas guna mencegah ancaman penyebaran penyakit ke daerah tujuan.

Baca Juga:
Untuk Pelaku UKM di Morowali, Pelatihan Teknis Olahan Makanan Diberikan oleh Dinkop UKM Provinsi Sulawesi Tengah

Dalam keterangannya di Manado pada hari Selasa, tanggal 20 Agustus 2024, Kepala Karantina Sulawesi Utara, I Wayan Kertanegara, menyampaikan Karantina Sulawesi Utara memastikan lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan antar area dilakukan sesuai prosedur.

Dia mengatakan hal ini dilakukan untuk menjamin komoditas yang dikirim telah terjamin keamanan dan kesehatannya untuk mencegah ancaman penyebaran penyakit. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave
Dihadiri oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Parigi Moutong, Upaya Pengendalian Inflasi Menjadi Fokus Utama dalam Rakor Inflasi

Dalam Rapat Koordinasi yang dilangsungkan di ruang rapat Bupati Parigi Moutong, upaya pengendalian inflasi menjadi fokus utama.

Tuai Kecaman! Aksi 2 Oknum Polisi Viral Usai Ngamuk dan Tampar Warga di Mesuji Lampung, Hanya Gegara Masalah Sepele Ini

Skandal kekerasan polisi di Mesuji viral, terekam CCTV. Masyarakat mengecam tindakan oknum polisi, menuntut tindakan tegas.

Heboh Kasus KDRT di Tangerang! Suami Serang Istri dengan Senjata Tajam hingga Mengalami Luka Parah, Polisi Beberkan Kronologi Lengkapnya

Kasus KDRT di Tangerang viral usai videonya menyebar. Suami serang istri dengan senjata tajam, korban mengalami luka parah.

Kembali Berulah! Masuk Bali Pakai Visa Wisata, WNA Asal Ukraina Ini Malah Gunakan Vila untuk Tempat Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini

WNA asal Ukraina di Bali diduga melanggar aturan dengan menggunakan vila untuk pendidikan anak usia dini, memicu kontroversi.

Guna Meningkatkan Kualitas Komoditi Ekspor, Balai Karantina Indonesia Lakukan Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama dengan UHO Kendari

Penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama dilakukan Balai Karantina Indonesia dengan Universitas Halu Oleo, Kendari.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;