Makassar, gemasulawesi – Yayasan Konservasi Laut atau YKL Indonesia bersama DKP atau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan DKP Kota Makassar mendorong penguatan konservasi guna menyelamatkan gurita dan terumbu karang di pulau terdepan.
Dalam keterangannya di sela Seminar Nasional tentang konservasi di Makassar pada hari Selasa, tanggal 20 Agustus 2024, Kepala DKP Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas, mengatakan lembaga non pemerintah seperti YKL Indonesia bersama pemda melalui DKP setempat terus melakukan penguatan masyarakat.
Muhammad Ilyas menambahkan untuk penyelamatan biota laut yang dilindungi seperti penyu, gurita hingga terumbu karang.
“Persoalan kemaritiman cukup kompleks sehingga penanganannya juga harus dilakukan kolaboratif dan melibatkan masyarakat setempat,” ujarnya.
Salah satu upaya itu dilakukan di pulau terdepan Makassar di Pulau Lanjukan dan Langkai yang 3 tahun terakhir menjadi wilayah dampingan Yayasan Konservasi Laut Indonesia bersama Pemkot Makassar dan DKP Sulawesi Selatan.
“Penerapan sistem buka tutup menangkap gurita yang dilakukan dengan sistem 3 bulan ditutup untuk penangkapan dan 3 bulan berikutnya baru dapat dimanfaatkan telah disepakati oleh Forum Pasibuntuluki dari 2 pulau itu,” katanya.
Dikutip dari Antara, hal itu dibenarkan Direktur Eksekutif YKL Indonesia, Nirwan Dessibali.
“Sebelum melakukan penerapan sistem buka tutup penangkapan gurita, terlebih dahuli diajak untuk melakukan studi tiru di Wakatobi, khususnya di masyarakat adat yang telah menerapkan sistem buka tutup tersebut,” ucapnya.
Dia melanjutkan program pendampingan ini bekerja sama dengan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia) dan telah YKL Indonesia-DKP Sulawesi Selatan dorong penguatan konservasi selamatkan gurita dilakukan dalam 3 tahun terakhir.
Di sisi lain, Yayasan Roman Celebes atau YRC Indonesia bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanana atau DKP berkolaborasi dalam mewujudkan konvervasi di bidang perikanan, termasuk pengembangan spesies teripang di Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan Pangkep. (Antara)