Organisasi Pers Mengecam Tindakan Kekerasan yang Dilakukan Aparat Keamanan terhadap Mahasiswa Pengunjuk Rasa Kawal Putusan MK

Ket. Foto: Tindakan Kekerasan yang Dilakukan oleh Aparat Keamanan terhadap Mahasiswa Pengunjuk Rasa Kawan Putusan MK Dikecam oleh Organisasi Pers
Ket. Foto: Tindakan Kekerasan yang Dilakukan oleh Aparat Keamanan terhadap Mahasiswa Pengunjuk Rasa Kawan Putusan MK Dikecam oleh Organisasi Pers Source: (Foto/Duan)

Palu, gemasulawesi – Organisasi Pers mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa pengunjuk rasa kawal putusan MK atau Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PPU-XXII/2024 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam keterangannya, Ketua Pewarta Foto Indonesia atau PFI, Moh Rifki, mengatakan apa yang terjadi pada hari Jumat malam merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi mahasiswa yang hanya ingin menyuarakan pendapat mereka.

Moh Rifki menyampaikan tindakan represif semacam ini harus dihentikan, sebab merusak tatanan demokrasi.

Baca Juga:
Tuai Kontroversi! Heboh Dugaan Pungli di SMAN 12 Surabaya Hingga Total Miliaran Rupiah per Tahun, Ini Sejumlah Fakta yang Ditemukan

Hal tersebut dikatakannya menanggapi tindakan kekerasan aparat keamanan terhadap mahasiswa.

Koalisi lintas organisasi pers itu terdiri dari PFI, Aliansi Jurnalis Independan atau AJI Kota Palu, IJTI atau Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sulawesi Tengah, dan AMSI atau Asosiasi Media Siber Indonesia.

“Tindakan aparat kepolisian tidak hanya berlebihan, tetapi juga mencederai nilai-nilai HAM,” kata Hendra, yang merupakan Ketua IJTI Sulawesi Tengah.

Baca Juga:
Innalillahi! Pekerja Sound System di Blora Ini Tewas Usai Terjatuh dari Truk Setinggi 2,5 Meter Saat Persiapan Karnaval, Ini Sosoknya

Dia menuturkan mahasiswa berunjuk rasa untuk menentang kebijakan DPR yang dianggap merugikan rakyat.

Dia melanjutkan tetapi, respons dari aparat kepolisian justru menambah luka demokrasi.

Pada kesempatan yang sama, Yardin Hasan, yang merupakan Ketua AJI Palu, juga angkat bicara, bahwa situasi politik yang semakin memanas harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Baca Juga:
Diterjang Banjir Bandang pada Minggu Dini Hari, Akses Jalan Lingkar Kota Ternate Dilaporkan Terputus

Dia mengatakan saat ini, demokrasi Indonesia berada di ujung tanduk.

“Pemerintah harus segera menjamin perlindungan untuk media dan jurnalis alam menjalankan tugas mereka, memastikan penanganan aksi mahasiswa dilakukan dengan cara yang lebih manusiawi,” ujarnya.

Dari aksi unjuk rasa kawal putusan Mahkamah Konstitusi yang berujung ricuh, dilaporkan 3 orang mahasiswa menjadi korban kekerasan dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga:
Sebab Mahasiswa Adalah Warga Kampus Berpendidikan, Wakil Rektor UIN Datokarama Palu Sebut Pengenalan Budaya Kampus Harus Dilaksanakan Secara Akademik

3 korban tersebut, yaitu Ayub, yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako; serta Thoriq Ghifari dan Rafi Akbar yang merupakan mahasiswa FISIP.

Sementara itu, Muhammad Iqbal, yang merupakan Ketua AMSI Sulawesi Tengah, menyerukan pimpinan kepolisian segera meninjau ulang pendekatan yang digunakan dalam menangani aksi unjuk rasa. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Untuk Mengoptimalkan Respons Time, 50 Petugas Pemadam Kebakaran Diberikan Pendidikan dan Pelatihan Pemadam

50 orang petugas damkar atau pemadam kebakaran diberikan diklat pemadam untuk mengoptimalkan respons time.

KPU Kabupaten Parigi Moutong Mulai Mengumumkan Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Pendaftaran calon kepala daerah mulai diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Parigi Moutong.

Plt Kepala Disdikbud Kalimantan Timur Sampaikan Pihaknya Fokus pada Peningkatan Infrastruktur dan SDM di Sektor Pendidikan

Irhamsyah, yang adalah Plt Kepala Disdikbud Kaltim menyebutkan pihaknya fokus pada peningkatan infrastruktru dan SDM di sektor pendidikan.

Untuk Melakukan Eksplorasi Kekayaan Karst, Tim Ekspedisi Internasional Banggai Raya dari Berbagai Negara Kunjungi Banggai Kepulauan

Tim Ekspedisi Internasional Banggai Raya dari berbagai belahan negara mengunjungi Banggai Kepulauan untuk mengeksplorasi kekayaan karst.

Dalam Rangka untuk Penanganan Objek Vital Nasional Energi, PT Pertamina Patra Niaga Gandeng Polda Sulawesi Tengah

Polda Sulawesi Tengah digandeng PT Pertamina Patra Niaga untuk penanganan Obvitnas atau objek vital nasional di provinsi tersebut.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;