Penemuan Koper Mencurigakan Hebohkan Warga di Koja Jakarta Utara, Polisi Kerahkan Tim Penjinak Bom dan Pastikan Hal Ini

Polisi atasi penemuan koper mencurigakan di Koja, Jakarta Utara. Tim Jibom pastikan tak ada bahan peledak.
Polisi atasi penemuan koper mencurigakan di Koja, Jakarta Utara. Tim Jibom pastikan tak ada bahan peledak. Source: Foto/Dok. Polda Metro Jaya

Koja, gemasulawesi - Warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, dihebohkan dengan penemuan sebuah koper berwarna biru yang mencurigakan di pinggir Jalan Sindang Terusan.

Koper yang tergeletak di tempat umum tanpa ada pemilik yang diketahui tersebut segera memicu kekhawatiran warga sekitar, yang langsung melaporkannya ke pihak berwenang.

Polisi segera merespons laporan tersebut dan menurunkan tim khusus dari Polres Jakarta Utara untuk menangani situasi. 

Tak hanya itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) juga langsung dikerahkan ke lokasi kejadian sekitar pukul 23.15 WIB guna memastikan bahwa koper tersebut aman dan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya.

Baca Juga:
Usai Aksinya Viral, Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Pengemudi Pajero yang Ngamuk dan Pamer Senjata di Kalibata Jakarta Selatan

Wakasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKP Lukman, memberikan keterangan terkait penemuan koper mencurigakan ini.

Ia mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Jibom, dipastikan koper tersebut tidak mengandung bahan peledak. 

"Tim Jibom telah memeriksa dan memastikan bahwa koper ini tidak mengandung bahan peledak atau benda-benda berbahaya lainnya," ujar AKP Lukman ketika ditemui di lokasi.

Meski koper tersebut tidak berisi benda-benda berbahaya, polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang telah meninggalkan koper itu dan alasan di balik penempatannya di tempat yang dapat menimbulkan kepanikan warga. 

Baca Juga:
Pemerintah Daerah Yerusalem Memperingatkan Masjid Al Aqsa dalam Bahaya dan Dunia Harus Campur Tangan Sebelum Terlambat

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim koper tersebut, sehingga penyelidikan lebih lanjut diperlukan.

Kapolsek Koja, AKP Hartono, menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, salah satunya Ibu Ana, warga yang pertama kali menemukan koper itu dan melaporkannya kepada pihak berwenang. 

Menurut keterangannya, Ibu Ana melihat koper tersebut saat sedang berjalan di dekat lokasi dan merasa curiga karena koper tersebut tampak ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk Ibu Ana yang menemukan koper tersebut. Masyarakat kami imbau agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” kata AKP Hartono. 

Baca Juga:
Seorang Pemukim Yahudi Bersenjata Dilaporkan Menyerang Anak-Anak Palestina pada Hari Pertama Kembali ke Sekolah

Ia juga mengingatkan agar warga Koja tetap waspada terhadap barang-barang mencurigakan di sekitar mereka dan segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang jika menemukan hal yang serupa.

Sementara itu, polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan warga. 

Kepolisian juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan koper untuk menjaga keamanan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kasus ini guna mengetahui siapa yang meninggalkan koper tersebut dan apa motivasinya.

Baca Juga:
44 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Periode 2024 hingga 2029 Dilaporkan Resmi Dilantik

Meskipun situasi telah dikendalikan dan koper dipastikan aman, insiden ini tetap menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. 

Warga diimbau untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terbukti kebenarannya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Kepala PPATK Ungkap Pola Perubahan Identitas dalam Transaksi Keuangan Mencurigakan

Nasional, gemasuawesi – Ivan Yustiavandana selaku Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada rapat dengan komisi III DPR Rabu 29 Maret 2023 mengungkapkan jika pihaknya telah menemukan kecurigaan dalam transaksi keuangan dengan nominal fantastis sebesar Rp 189 triliun selama kurun waktu 2014 hingga 2016 di Kemenkeu. Menurut Ivan PPATK juga menemukan transaksi keuangan […]

Melalui Tugas serta Wewenangnya, Menkumham Sebut Notaris Memiliki Kemampuan Mengidentifikasi Aktivitas Mencurigakan dan Melaporkannya

Menteri Hukum dan HAM menyampaikan notaris memiliki kemampuan melakukan identifikasi aktivitas yang mencurigakan dan melaporkannya.

Mencurigakan, Pihak Berwenang Peringatkan Warga Palestina tentang Panggilan Telepon Penjajah Israel yang Meminta Kembali ke Gaza Utara

Terdapat panggilan telepon dari penjajah Israel yang meminta kembali ke Gaza utara, warga Palestina diperingatkan oleh pihak berwenang.

Heboh Dugaan Pungli di SMAN 18 Kabupaten Tangerang, Wali Murid Akui Keberatan Dimintai Uang Sebesar Ini dengan Alasan yang Mencurigakan

Dugaan pungli terjadi kepada wali murid yang hendak masuk anaknya ke SMAN 18 Tangerang yang berada di Kecamatan Tigaraksa.

Heboh Isu Jual Beli Kuota Haji Khusus hingga Picu Kemarahan Publik, Ini Temuan Pansus Hak Angket Haji DPR RI yang Dinilai Mencurigakan

Isu jual beli kuota haji viral di media sosial, publik marah dan DPR segera selidiki dugaan pelanggaran.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;