Keluhan Sopir Truk di Kalimantan Tengah Terkait Dugaan Pungli Viral, Akui Diminta Bayar Uang Parkir Rp200 Ribu Saat Mengantre Solar

Sopir truk di Sampit mengeluhkan pungli parkir solar Rp 200 ribu di SPBU, menimbulkan isu keterlibatan aparat.
Sopir truk di Sampit mengeluhkan pungli parkir solar Rp 200 ribu di SPBU, menimbulkan isu keterlibatan aparat. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @fakta.indo

Kalimantan Tengah, gemasulawesi - Keluhan sopir truk di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menjadi viral setelah videonya beredar luas di media sosial. 

Video itu menunjukkan adanya pungutan liar (pungli) saat mengisi solar di SPBU tersebar di media sosial. 

Dalam video tersebut, dua pria terlihat meminta uang parkir sebesar Rp 200 ribu dari sopir truk.

Mereka mengancam bahwa sopir yang tidak membayar tidak akan diizinkan mengisi solar, memicu kemarahan dan frustrasi di kalangan sopir truk.

Baca Juga:
Tragis! Pelaku Pencurian di Kalimantan Tengah Ini Tewas Tersangkut di Pintu Saat Mencoba Membobol Rumah

Pengunggah video tersebut menulis, “Isi solar di Sampit kena pungli, gais. Duit kami pas-pasan, 100 aja mampu sedekah kalian, ga mampu bayar 200 suruh keluar.” 

Kenaikan tarif pungli dari Rp 50 ribu tahun lalu menjadi Rp 200 ribu tahun ini sangat membebani sopir truk, yang banyak di antaranya sudah berada dalam kondisi keuangan yang ketat. 

Praktik ini dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap pengemudi yang hanya ingin menjalankan tugas mereka.

Dalam video, salah satu pelaku bahkan mengklaim bahwa uang yang diminta akan dibagi kepada aparat kepolisian, termasuk Polres, Satuan Sabhara, SPKT, dan polsek setempat.

Baca Juga:
Gerak Cepat! Usut Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI 2024, Polri Bentuk Satgas Khusus

Klaim ini menambah kecurigaan bahwa ada keterlibatan oknum aparat dalam praktik pungli ini, memperburuk citra kepolisian di mata publik.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Namun, Manager SPBU Samekto, Haryono, mengungkapkan bahwa ia telah dimintai keterangan oleh Polsek Baamang. 

Haryono menjelaskan bahwa ia tidak ada urusan dengan tarif parkir. Karena bukan di kawasan kami. Ia juga mengaku tidak mengenal dengan dua orang yang terlihat dalam video tersebut. 

Baca Juga:
Heboh Kasus Penyelundupan 5 WNA di NTT, Tersangka Utama Akhirnya Ditangkap, Ini Sosoknya

"Tadi setelah dimintai keterangan, Kapolsek bilang sudah aman, saya diperbolehkan pulang.” jelasnya pada Jumat, 13 September 2024.

Kasus pungli ini menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik pungutan liar di sektor layanan publik. 

Tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. 

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan segala bentuk pungli yang mereka temui untuk mendukung penegakan hukum yang lebih efektif dan transparan.

Baca Juga:
Kecelakaan Maut di Jakarta Selatan! Pengemudi Mobil Innova Zenix Ini Tabrak Restoran Jepang Okuzono, Polisi Lakukan Penyelidikan

Di media sosial, hal ini pun menimbulkan beragam komentar. 

Banyak pengguna yang mengecam keras tindakan pungli ini dan menyebutnya sebagai bentuk eksploitasi yang tidak dapat diterima.

Mereka menilai bahwa perilaku tersebut mencoreng nama baik aparat kepolisian dan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. 

"Pihak kepolisian harus segera turun tangan untuk menangkap dan menghentikan tindakan kedua oknum tersebut," komentar akun @dani***.

Baca Juga:
Motor dan Ponsel Raib! Pria di Serpong Tangerang Selatan Jadi Korban Penipuan, Begini Modus Licik Pelaku yang Mengaku Anggota Polisi

Beberapa komentar juga mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sopir truk yang harus menghadapi biaya tambahan yang tidak wajar, yang semakin memperberat beban mereka.

Di sisi lain, beberapa netizen meminta agar kasus ini diusut tuntas untuk memastikan bahwa pelaku pungli mendapat hukuman yang setimpal. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Pj Bupati Pinrang Secara Langsung Menyerahkan Bantuan dalam Program Atensi untuk Lansia, Penyandang Disabilitas, dan Anak-Anak

Bantuan dalam Program Atensi untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak diserahkan secara langsung oleh Pj Bupati Pinrang.

Melalui Yayasan Muslim Sinar Mas, Pj Gubernur Gorontalo Menerima Bantuan Al Qur’an dari Sinar Mas dan APP Group

Bantuan Al-Qur’an dari Sinar Mas dan APP Group diterima oleh Pj Gubernur Gorontalo melalui Yayasan Muslim Sinar Mas.

Heboh Dugaan Kenaikan Harga Tiket KRL Commuter Line, Kementerian Perhubungan Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Kemenhub tegaskan belum ada keputusan kenaikan tiket KRL, wacana NIK juga belum dibahas, cek penjelasannya.

Pendaftaran untuk Pengawas Tempat Pemungutan Suara Mulai Dibuka oleh Bawaslu Kabupaten Luwu Utara

Bawaslu Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mulai membuka pendaftaran untuk pengawas TPS hingga 18 September 2024.

Fordas Provinsi Gorontalo Terus Melakukan Upaya untuk Mendorong Perubahan Perilaku Masyarakat dalam Penyelamatan Danau Limboto

Fordas Gorontalo terus berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penyelamatan Danau Limboto.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;