Tragedi Longsor di Padang Lawas Sumatera Utara, Empat Anggota Keluarga Tewas Tertimbun Tanah

Musibah longsor di Padang Lawas tewaskan empat anggota keluarga, termasuk bayi 5 bulan.
Musibah longsor di Padang Lawas tewaskan empat anggota keluarga, termasuk bayi 5 bulan. Source: Foto/dok. BNPB

Sumatera Utara, gemasulawesi - Musibah tanah longsor yang terjadi di Desa Hurang Julu, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, merenggut nyawa empat orang dalam satu keluarga. 

Hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi menyebabkan longsor hebat yang menimbun dua rumah warga. 

Empat korban yang meninggal dunia adalah Hermandianto (40), istrinya Lila Siregar (35), serta dua anak mereka, Azra (7) dan Dwi yang baru berusia 5 bulan.

Pencarian korban dilakukan oleh tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Padang Lawas dengan menggunakan alat berat untuk menggali material longsor. 

Baca Juga:
Sembari Sita Rp 5 Miliar Lebih, Polisi Kembali Tangkap DPO Kasus Judol yang Libatkan Komdigi, Total Tersangka Jadi 24

Suasana haru dan histeris menyelimuti warga saat satu per satu jenazah korban ditemukan dalam posisi tidur di kamar rumah mereka. 

Jenazah keempat korban dievakuasi setelah tim SAR berhasil menyingkirkan material tanah yang menimbun rumah mereka.

Proses Evakuasi dan Penyebab Longsor

Musibah ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, saat kawasan Desa Hurang Julu dilanda hujan deras selama hampir empat jam.

Menurut informasi dari warga setempat, hujan deras yang turun selama lebih dari tiga jam telah mengakibatkan tanah di sekitar perkampungan menjadi labil, sehingga memicu longsor yang menimpa dua rumah warga.

Baca Juga:
Mengejutkan! Motif AKP Dadang Tembak Kasatreskrim Polres Solok Selatan Terungkap, Kini Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Mohammad Guntur Hasibuan, salah satu warga, mengungkapkan bahwa tanah longsor tersebut menghancurkan rumah dan beberapa warung yang ada di sekitar lokasi. 

“Longsor ini disebabkan hujan deras yang turun hampir empat jam tanpa henti,” kata Guntur, dikutip pada Minggu, 24 November 2024.

Proses evakuasi berlangsung dramatis, dan setelah satu jam pencarian, tim SAR berhasil menemukan semua korban yang sudah meninggal dunia.

Tim SAR gabungan akhirnya menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan prosedur. 

Baca Juga:
Soroti Kasus Tewasnya Kasatreskrim Polres Solok Selatan, Kapolri Naikkan Pangkat Luar Biasa Anumerta untuk Korban

Sementara itu, upaya pembersihan material longsor yang menimbun rumah dan warung masih terus dilakukan. 

Warga setempat, bersama petugas, berusaha membersihkan sisa material untuk mencegah terjadinya longsor susulan dan memastikan lokasi tersebut aman untuk aktivitas selanjutnya.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Hurang Julu. 

Hingga saat ini, tim gabungan masih bersiaga untuk memantau kondisi tanah di lokasi kejadian, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. 

Baca Juga:
Peredaran Tembakau Sintetis Melalui Medsos Terungkap! Lima Pelaku Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya

Pihak berwenang juga mengimbau warga sekitar untuk lebih waspada dan segera melapor jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan mereka. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Sembari Sita Rp 5 Miliar Lebih, Polisi Kembali Tangkap DPO Kasus Judol yang Libatkan Komdigi, Total Tersangka Jadi 24

Polda Metro Jaya kembali menangkap satu orang warga sipil, yang menjadi DPO terkait kasus judol yang melibatkan pegawai Komdigi RI

Terbukti Edarkan Sabu, Seorang Pelajar SMA di Cianjur Jabar Ditangkap Polisi, Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun

Seorang pelajar SMA di Cianjur Jawa Barat terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu hingga akhirnya ditangkap polisi, begini kronologinya

Peredaran Tembakau Sintetis Melalui Medsos Terungkap! Lima Pelaku Ditangkap Polisi, Begini Kronologinya

Polisi menangkap lima pelaku peredaran tembakau sintetis lewat media sosial Instagram. Temukan detailnya di sini.

Heboh! Polisi Berhasil Bekuk Komplotan Hipnotis Bermodus Orang Pintar, Begini Detailnya

Komplotan hipnotis dengan modus mengaku "orang pintar" ditangkap polisi. Berikut kronologi lengkap dan peran pelaku.

Pelaku Menyerahkan Diri! Kasus Penembakan yang Tewaskan Kasatreskrim Polres Solok Selatan Kini Ditangani Langsung Bareskrim Polri

Penembakan Kasatreskrim Polres Solok Selatan oleh Kabag Ops, pelaku telah ditetapkan tersangka dan disanksi PTDH.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;