Pisang Cavendish Asal Provinsi Sulawesi Selatan Kini Diminati Pasar Internasional

Ket. Foto: Pisang Cavendish Asal Sulawesi Selatan Kini Diminati Pasar Internasional
Ket. Foto: Pisang Cavendish Asal Sulawesi Selatan Kini Diminati Pasar Internasional Source: (Foto/ANTARA/HO-Dok.Warga)

Makassar, gemasulawesi – Pisang cavendish dari Program Menanam Pisang Cavendish yang pernah digalakkan oleh Bahtiar Baharuddin ketika bertugas sebagai Pj Gubernur Sulawesi Selatan kini diminati pasar internasional.

Berdasarkan keterangannya di Makassar, Relation Manager PT. Citra Agri Pratama (CAP) Sukawati yang juga pendamping dan salah satu pembeli pisang cavendish di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengakui tingginya permintaan akan pisang tersebut.

Sukawati menyatakan berbicara kebutuhan pisang cavendish, pihaknya belum sanggup untuk memenuhi banyaknya permintaan pasar internasional termasuk untuk memenuhi pasar lokal di Provinsi Sulawesi Selatan karena permintaan sangat tinggi sementara jumlah petani yang menanam pohon pisang belum merata di seluruh kabupaten.

Baca Juga:
Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo Sebut Capaian Program Penyakit Tidak Menular hingga Oktober 2024 Terus Membaik

“Saat ini, pihak PT CAP membeli pisang dari para petani bervariasi tergantung dari kualitas pisang yang dihasilkannya,” ujarnya.

Dia menambahkan rata-rata tersebut 25 kilogram per tandan, bahkan baru beberapa hari kemarin tembus 39 kilo per tandan.

Dikutip dari Antara, rata-rata pisang cavendish asal Sulawesi Selatan kini telah diekspor ke luar negeri khususnya ke Arab Saudi.

Baca Juga:
Jalankan Bisnis Ilegal! Janda Empat Anak Ditangkap di Kampung Narkoba Pekanbaru, Polisi Sita Ekstasi dan Sabu Senilai Puluhan Juta

Pada bulan November hingga bulan Desember 2024, petani akan panen secara merata di 24 kabupaten se-Sulawesi Selatan.

“Rata-rata seluruh kabupaten telah menanam pisang cavendish, mulai dari petani mandiri maupun melalui pinjaman dana KUR atau Kredit Usaha Rakyat,” ucapnya.

Dia menyebutkan pada bulan November 2024 di 24 kabupaten tersebut petani rata-rata telah panen, apalagi petani mandiri.

Baca Juga:
Penyitaan 4 Apartemen Mewah Terkait Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau Menguak Fakta Baru, Ini Temuan Polisi yang Mencengangkan

Panen perdana pisang cavendish telah dilangsungkan bertempat di Desa Tellongeng Kecamatan Mare Bone di bulan Agustus 2024 yang mencapai 2 ton dari 120 pohon.

Pihak PT CAP selaku pembeli pisang memasarkan pisang cavendish tersebut ke wilayah Jakarta dan selebihnya telah diekspor ke Arab Saudi.

“Sejak panen perdana itu, khusus petani di Bone mereka telah ada yang 2 kali panen,” katanya.

Baca Juga:
Sekelompok Pemuda Mengaku Polisi Lakukan Pemerasan di Palmerah Jakarta Barat, Tiga Pelaku Diamankan, Begini Kronologinya

Dia mengatakan ketika ini permintaan paling besar dari Arab Saudi.

“Itu pun masih kurang. Meski di Sulawesi Barat buka, kita masih kekurangan. Termasuk untuk kebutuhan lokal di Indonesia. Permintaan masih sangat besar,” pungkasnya. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo Sebut Capaian Program Penyakit Tidak Menular hingga Oktober 2024 Terus Membaik

Capaian program PTM atau Penyakit Tidak Menular disebutkan Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo hingga bulan Oktober 2024 terus membaik.

Jalankan Bisnis Ilegal! Janda Empat Anak Ditangkap di Kampung Narkoba Pekanbaru, Polisi Sita Ekstasi dan Sabu Senilai Puluhan Juta

Polisi tangkap janda empat anak di Pekanbaru atas jasa penitipan narkoba. Barang bukti narkoba senilai puluhan juta turut disita.

Penyitaan 4 Apartemen Mewah Terkait Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau Menguak Fakta Baru, Ini Temuan Polisi yang Mencengangkan

Penyitaan empat apartemen di Batam ungkap fakta baru korupsi DPRD Riau, berikut sejumlah barang yang ikut disita.

Sekelompok Pemuda Mengaku Polisi Lakukan Pemerasan di Palmerah Jakarta Barat, Tiga Pelaku Diamankan, Begini Kronologinya

Pemerasan dengan modus mengaku anggota Polri di Palmerah Jakarta Barat terungkap, tiga pelaku berhasil diamankan.

Berstatus ABH! Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Cilandak Jakarta Selatan Dititipkan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara

Remaja berusia 14 tahun, pelaku pembunuhan ayah dan nenek di Cilandak, dititipkan ke LPAS selama proses hukum berlangsung.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;