Tegas! 2 Pegawai yang Terlibat Sindikat Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar Dipecat Secara Tidak Hormat, Rektor: Saya Malu

Sindikat uang palsu di UIN Alauddin Makassar terbongkar. Polisi tetapkan 17 tersangka, termasuk dua pegawai kampus.
Sindikat uang palsu di UIN Alauddin Makassar terbongkar. Polisi tetapkan 17 tersangka, termasuk dua pegawai kampus. Source: Foto/Instagram @hamdanjuhannis

Makassar, gemasulawesi - Kasus sindikat uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga mencoreng nama baik kampus tersebut. 

Perpustakaan kampus yang seharusnya menjadi pusat ilmu pengetahuan malah dijadikan tempat produksi uang palsu oleh beberapa oknum. 

Polisi telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk dua pegawai UIN Alauddin.

Rektor UIN Alauddin, Hamdan Juhanis, secara terbuka menyampaikan rasa malu dan kekecewaannya atas insiden ini. 

Baca Juga:
Tanggapi Viralnya Dugaan Pemerasan Turis Malaysia di DWP 2024, Polda Metro Jaya Janji Usut Tuntas dan Kejar Oknum yang Terlibat

Ia menegaskan bahwa kampus tidak akan mentolerir tindakan tersebut dan mendukung penuh proses hukum. 

“Sebagai Rektor, saya malu, saya marah. Setengah mati kami membangun reputasi kampus, tetapi dirusak oleh tindakan oknum seperti ini,” ujarnya, dikutip pada Jumat, 20 Desember 2024.

Hamdan juga mengungkapkan bahwa kedua pegawai UIN Alauddin yang terlibat dalam kasus ini telah dipecat secara tidak hormat. 

Langkah tersebut diambil untuk menjaga integritas kampus dan memberikan contoh bahwa pelanggaran hukum tidak akan ditoleransi.

Baca Juga:
Sebut Negara dan Rakyat Alami Kesulitan, Said Didu Minta Sri Mulyani Tanggung Jawab: Sudah Jadi Menkeu 20 Tahun

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa sindikat ini awalnya beroperasi dalam skala kecil di rumah salah satu tersangka, ASS, yang merupakan seorang politisi. 

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka memindahkan operasi ke kampus UIN Alauddin dan menggunakan mesin cetak yang lebih besar untuk meningkatkan produksi.

“Mesin cetak dan bahan baku untuk memproduksi uang palsu ini didanai oleh ASS, salah satu DPO dalam kasus ini. Dia juga pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar pada 2013,” ungkap Yudhiawan. 

Mesin cetak tersebut dibeli dengan harga Rp600 juta dan mampu memproduksi uang palsu dalam jumlah besar.

Baca Juga:
Mendagri Sebut Anggaran Stunting Rp 10 M Tetapi Diterima Rakyat Rp 2 M, Susi Pudjiastuti: Terlalu Banyak untuk Rapat

Selain memberikan dukungan penuh kepada kepolisian, pihak kampus juga memastikan akan memperkuat pengawasan internal untuk mencegah kejadian serupa. 

Hamdan Juhanis menyebutkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi UIN Alauddin untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan fasilitas kampus.

Kapolda Sulawesi Selatan menambahkan bahwa upaya pengusutan kasus ini akan terus dilakukan hingga semua pihak yang terlibat, baik internal kampus maupun pihak luar, dapat dimintai pertanggungjawaban. 

“Kami tidak akan berhenti sampai semua yang terlibat, baik oknum internal kampus maupun pihak eksternal, diproses hukum,” tegas Yudhiawan.

Baca Juga:
Singgung Palestina Saat Pidato di Mesir, Prabowo Sebut Negara Lain Cuma Nyatakan Dukungan Tanpa Ciptakan Perubahan

Insiden ini jelas memberikan dampak besar terhadap reputasi UIN Alauddin Makassar. Hamdan berharap agar masyarakat tidak menghakimi seluruh civitas akademika karena tindakan segelintir orang. 

“Kami mohon agar masyarakat melihat ini sebagai ulah oknum. Kami akan terus bekerja keras memulihkan nama baik kampus,” tutup Hamdan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tanggapi Viralnya Dugaan Pemerasan Turis Malaysia di DWP 2024, Polda Metro Jaya Janji Usut Tuntas dan Kejar Oknum yang Terlibat

Dugaan pemerasan turis Malaysia di DWP 2024 viral. Polda Metro Jaya usut kasus, total suap Rp 32 miliar.

Viral! Oknum Polisi Diduga Peras Turis Malaysia Saat Hadiri DWP 2024 di Jakarta Pusat, Dipaksa Bayar Rp700 Juta dengan Alasan Ini

Turis Malaysia ungkap pengalaman diperas oleh polisi di DWP 2024. Kasus memalukan ini mencuri perhatian publik.

Kapal Tongkang yang Kandas di Pandeglang Tak Kunjung Dievakuasi, Tumpahan Batu Bara Ancam Kelestarian Pulau Popole

Kapal tongkang Banten 2 Labuan terdampar di Pulau Popole, mencemari laut dan mengancam kehidupan nelayan setempat.

Viral Skandal Pabrik Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin, Oknum ASN dan Politisi Ikut Terlibat, Begini Kata Rektor

Pabrik uang palsu di UIN Alauddin gegerkan publik. Politisi dan ASN terlibat, mesin cetak besar disita.

Panik! Mobil Sedan yang Terbakar di Margonda Raya Depok Sebabkan Arus Lalu Lintas Lumpuh Sejam Lebih, Begini Kronologinya

Penyebab kebakaran mobil sedan di Margonda Raya Depok masih diselidiki. Arus lalu lintas sempat terhenti total.

Berita Terkini

wave

Hanya Karena Talang Jumbo Besi Tidak Dihadirkan, Kejari Parigi Moutong Tolak Pelimpahan Tahap II Kasus PETI Karya Mandiri

Penegakan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Karya Mandiri, Parigi Moutong, menemui jalan buntu karena talang jumbo

Jadi Tontonan Keluarga di Hari Lebaran, Inilah Sinopsis Pelangi di Mars, Film Hybrid Animasi dan Live Action Pertama Indonesia

Pelangi di Mars adalah film hybrid yang menggabungkan animasi dan pemeran manusia, mengangkat isu kerusakan lingkungan

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret


See All
; ;