Resahkan Warga! Empat Pemuda Rusak Kios dan Buat Keonaran di Jayapura, Polisi Gerak Cepat Amankan Pelaku, Begini Kronologinya

Empat pemuda diamankan polisi setelah mengganggu ketertiban umum dengan pengrusakan dan kerusuhan di Expo Waena.
Empat pemuda diamankan polisi setelah mengganggu ketertiban umum dengan pengrusakan dan kerusuhan di Expo Waena. Source: Foto/Dok. Polda Papua

Jayapura, gemasulawesi - Empat pemuda berinisial SM (24), JF (20), YC (23), dan MS (18) diamankan oleh pihak Kepolisian Polresta Jayapura Kota.

Keempat pemuda tersebut diamankan usai terlibat dalam tindakan pengrusakan dan kerusuhan di kawasan Expo Waena, Jalan Raya Abepura-Sentani. 

Kejadian yang mengganggu ketertiban umum ini terjadi pada Selasa, 4 Februari 2025, dan sempat membuat warga setempat dan pengguna jalan raya merasa resah dan terganggu.

Aksi tersebut bermula setelah para pelaku mengkonsumsi minuman keras secara bersama-sama. 

Baca Juga:
Heboh! Tahanan Tewas Usai Ditangkap, Tujuh Anggota Polisi di Polrestabes Medan Dipecat Tak Hormat, Begini Kronologinya

Dalam keadaan mabuk, mereka pun melakukan tindakan anarkis dengan cara melempar batu dan botol ke arah kios-kios pedagang yang berada di sekitar lokasi, bahkan juga memblokir jalan raya. 

Tak hanya merusak kios-kios, mereka juga membakar tempat-tempat jualan yang ada di Expo Waena. Tindakan kekerasan ini memicu kerusuhan yang membuat situasi semakin tegang.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, mengungkapkan bahwa kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di kawasan tersebut. Sebelumnya, para pelaku kerap kali meresahkan masyarakat dengan aksi serupa. 

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah dengan perbuatan mereka. Begitu mendengar laporan, kami langsung merespons dengan menurunkan anggota untuk mengatasi situasi di lapangan,” jelas Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon.

Baca Juga:
Inilah Rekomendasi Monitor 4K Terbaik untuk Tahun 2025, Baik untuk Gamer, Content Creator, Maupun Pekerja

Setibanya di lokasi kejadian, polisi menemukan kios milik salah satu pedagang, Irmawati, yang terbakar akibat perbuatan para pelaku. Tak hanya itu, aksi perlawanan terhadap pihak kepolisian juga sempat terjadi. 

Saat polisi berusaha membubarkan kerumunan, para pelaku justru melawan dengan melemparkan batu dan botol ke arah petugas. 

Dalam upaya tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan keempat pelaku dan menyita barang bukti berupa pecahan botol, batu, serta barang-barang yang rusak akibat tindakan mereka.

Namun, meski empat pelaku telah diamankan, dua orang lainnya dengan inisial AS dan RH masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Baca Juga:
Inilah Cara menggunakan Audio Eraser di Samsung Galaxy S25 untuk Menghapus Suara yang Mengganggu di Video

Kapolresta menambahkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif para pelaku melakukan aksi pengrusakan ini adalah untuk menimbulkan rasa ketakutan dan keresahan di kalangan warga. 

Para pelaku ingin menciptakan ketegangan agar mereka bisa melakukan aksi pemalakan terhadap pengguna jalan dan warga sekitar, dengan tujuan meminta uang untuk membeli miras.

“Kami telah melakukan komunikasi dengan pengurus Expo Waena untuk menindaklanjuti kejadian ini. Kami berharap agar pihak pengelola tempat dapat berkolaborasi dengan kami untuk menertibkan lokasi yang kerap disalahgunakan untuk konsumsi miras, yang jelas berpotensi menjadi sumber tindak pidana dan meresahkan warga,” tambah Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon.

Pihak kepolisian kini tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. 

Baca Juga:
Rekomendasi untuk Para Content Creator: Inilah Ponsel dengan Kamera Terbaik untuk Vlogging dengan Videografi 4K yang Menakjubkan

Para pelaku yang telah diamankan kini dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengrusakan barang yang dilakukan secara bersama-sama. Jika terbukti bersalah, mereka bisa dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh! Tahanan Tewas Usai Ditangkap, Tujuh Anggota Polisi di Polrestabes Medan Dipecat Tak Hormat, Begini Kronologinya

Seorang tahanan tewas usai ditangkap di Medan. Tiga polisi dipecat, empat lainnya kena demosi dalam sidang etik.

Viral Pria di Malang Nekat Curi LPG 3 Kg pada Siang Hari, Pelaku Manfaatkan Pagar Rumah Kos yang Terbuka

Aksi pencurian LPG 3 Kg yang dilakukan oleh seorang pria di Malang Jawa Timur terekam kamera CCTV, pelaku manfaatkan pagar terbuka

Geger! Buntut Kelalaian Pihak Sekolah, Ratusan Siswa di SMKN 2 Surakarta Terancam Tak Bisa Ikut SNBP Karena Masalah Ini

Aksi protes siswa SMKN 2 Surakarta pecah karena kesalahan pengisian PDSS, mengancam kesempatan mereka ikut SNBP 2025.

Pemkab Buol Ajak Masyarakat Memanfaatkan CFD Sebagai Ajang untuk Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Olahraga

Masyarakat diajak Pemkab Buol untuk memanfaatkan CFD sebagai ajang untuk meningkatkan kesadaran pentingnya olahraga.

PJ Gubernur Sulawesi Barat Meminta Kades Menjadi Garda Terdepan dalam Menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Kades diminta oleh PJ Gubernur Sulawesi Barat menjadi garda paling depan dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;