BPK Ungkap Indikasi Kecurangan Tender Peningkatan Jalan Desa Taopa Utara di Parigi Moutong

Kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Parigi moutong
Kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Parigi moutong Source: (Foto/gemasulawesi/Abdul Main)

Parigi moutong, gemasulawesi – BPK Perwakilan Sulteng kembali temukan indikasi kecurangan tender pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Parigi moutong.

Berdasarkan catatan gemasulawesi BPBJ sudah dua kali berturut turut masuk dalam sorotan BPK yang dituangkan dalam LHP.

Pada LHP tahun 2023 BPK juga telah berhasil membongkar indikasi kecurangan pada tender sejumlah pekerjaan yang totalnya puluhan milyar, kali ini di tahun 2024 BPK masih menemukan indikasi yang sama pada proses tender salah satu paket di BPBJ.

BPK menilai evaluasi penawaran tender oleh kelompok kerja pengadaan barang dan jasa tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga:
BPK Temukan Indikasi Perusahaan Kontruksi Tidak Bayar Pajak MBLB, Parigi Moutong Merugi Ratusan Juta

Dalam uraian LHP disebutkan, BPBJ Parigi moutong pada tahun 2024 melaksanakan proses tender pada pekerjaan peningkatan jalan desa taopa utara.

Pelaksanaan dimulai pada tanggal 13 Mei hingga 3 Juni tahun 2024, menggunakan metode pengadaan pascakualifikasi satu file – harga terendah sistem gugur.

Pagu paket pekerjaan tersebut senilai Rp1.350.000.000 dan nilai HPS senilai Rp1.325.000.000 proses pemilihan tersebut menjadi tugas dari pokja pemilihan peningkatan jalan desa taopa utara.

Lanjut BPK dalam uraiannya di LHP, pokja pemilihan akhirnya menetapkan CV BCS sebagai pemenang dalam proses pemilihan tersebut.

Baca Juga:
BPK Ungkap Konspirasi Tender Hingga Gratifikasi Ratusan Juta Rupiah dari Rekanan ke Oknum Pejabat di Parigi Moutong

Berdasarkan dokumen risalah pemilihan diketahui ada empat perusahaan calon penyedia yang mengajukan penawaran pada proyek peningkatan jalan desa taopa utara.

Namun kemudian BPk menemukan sejumlah kejanggalan setelah melakukan pemeriksaan pada dokumen dan wawancara pada pihak terkait. BPK menemukan indikasi perbedaan perlakuan Pokja pemilihan dalam penilaian pemenuhan persyaratan Personel manajerial K3 dan dokumen RKK.

BPK juga menemukan fakta pokja tidak melakukan verifikasi kembali terhadap kesesuaian dan masa berlaku yang telah habis atas sertifikat kompetensi personel K3 CV BCS.

BPK menilai, berdasarkan Analisis dokumen penawaran teknis personel manajerial K3 diketahui CV Rq dan CV LSA seharusnya lulus pada tahap evaluasi teknis personel manajerial K3, dengan nilai penawaran masing-masing senilai Rp1.205.613.395 dan Rp1.254.206.622.

Baca Juga:
Disinyalir Gagal Kontruksi, Tiga Titik Pekerjaan Peningkatan Jalan Parigi Moutong Disebut Jadi Temuan BPK Dengan Taksiran Kerugian Negara Milyaran Rupiah

Selanjutnya CV BCS malah menurut BPK seharusnya tidak diluluskan pada tahap evaluasi personel manajerial K3 dengan nilai penawaran senilai Rp1.294.095.442.

Demikian juga dengan evaluasi RKK, BPK menilai Pokja pemilihan pekerjaan peningkatan jalan Desa Taopa Utara tidak memberikan perlakuan yang sama atas evaluasi dokumen RKK yang diajukan oleh setiap peserta tender.

Pokja telah menilai persyaratan CV BCS telah memenuhi persyaratan dan menggugurkan CV Rq dengan alasan tidak memuat perincian penerapan SMKK dan CV LSA dengan alasan dokumen RKK tidak lengkap.

Kedua perusahaan tersebut menurut Pokja tidak memenuhi elemen SMKK pada dokumen pemilihan Peningkatan Jalan Desa Taopa Utara.

Baca Juga:
Proyek Pekerjaan Saluran Pengendali Banjir dan Pedestrian Jalan Batalipu Buol, BPK Simpulkan Adanya Penyimpangan Berindikasi Tindak Pidana

Namun, setelah melakukan pemeriksaan pada dua dokumen RKK yang tidak diluluskan yaitu CV Rq dan CV LSA dibandingkan dengan dokumen RKK milik pemenang CV BCS BPK menemukan kedua dokumen yang digugurkan sebelumnya telah sesuai ketentuan seperti dokumen RKK milik CV BCS.

Masih berdasarkan LHP BPK, berkaitan dengan persoalan tersebut Pokja beralasan kurang cermat dalam memverifikasi dokumen RKK karena banyaknya paket tender yang harus dievaluasi secara bersamaan.

Sementara itu Kepala BPBJ Kabupaten Parigi moutong, Moh Afliyanto Hamzah ST MT, yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, berdasarkan aturan Pokja telah melaksanakan tugasnya.

“Hasil evaluasi kami ke pokja, itu telah dilakukan sesuai aturan. Hanya saja ada perbedaan pendapat berkaitan dengan persoalan tender peningkatan Jalan Desa Taopa Utara dengan BPK saat itu,” pungkasnya. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

BPK Temukan Indikasi Perusahaan Kontruksi Tidak Bayar Pajak MBLB, Parigi Moutong Merugi Ratusan Juta

BPK Perwakilan Sulteng temukan indikasi perusahaan konstruksi kemplang pajak BLMB rugikan daerah ratusan juta rupiah.

425 Kepala Sekolah SD Ikuti Sosialisasi Pendidikan Inklusif di Parimo

425 kepala sekolah SD di Parimo ikuti sosialisasi pendidikan inklusif, dorong pendataan guru pembimbing khusus bagi siswa berkebutuhan.

Disdikbud Parigi Moutong Gelar Sosialisasi Pendidikan Inklusif untuk Sekolah Dasar

Disdikbud Parigi Moutong sosialisasikan pendidikan inklusif, libatkan 425 kepala sekolah dasar, wujudkan pendampingan optimal bagi ABK.

Pemerintah Menggelontorkan Puluhan Juta Rupiah untuk Mendorong Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Koding Pada 71 SD di Parim

71 SD di Parigi Moutong terima BOS Kinerja 2025. Dua sekolah berprestasi nasional raih dana hingga Rp50,7 juta untuk pelatihan & koding.

Resmob Polda Sulsel Tangkap Pelaku Kasus Penipuan Casis Bintara Polisi Senilai 200 Juta Rupiah di Makassar

Pelaku kasus penipuan casis bintara polisi senilai 200 juta rupiah ditangkap oleh jajaran kepolisian unit Resmob Polda Sulawesi Selatan.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;