Parigi moutong, gemasulawesi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong tengah bersolek. Bukan sekadar mengecat dinding kantor, otoritas pengumpul pundi-pundi daerah ini melakukan "operasi bedah" pada struktur organisasinya.
Langkah ini tertuang dalam Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026 sebagai upaya memangkas jalur birokrasi yang kerap dianggap berbelit.
Penyusunan ulang formasi ini bukan tanpa dasar. Bapenda berupaya menyelaraskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) agar lebih lincah dalam memburu target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam struktur baru tersebut, posisi Sekretariat diperkuat sebagai dirigen administrasi yang memayungi tiga sub-bagian vital: Perencanaan, Keuangan, serta Umum dan Kepegawaian.
Memisahkan Fungsi, Mengejar Efisiensi
Dapur internal Bapenda kini dibagi ke dalam kompartemen yang lebih spesifik. Ada Bidang Pendaftaran dan Penetapan yang bertugas menyisir wajib pajak, hingga Bidang Penagihan dan Keberatan yang menjadi "eksekutor" bagi para penunggak.
Baca Juga:
Polda Bali Hentikan Penyelidikan Kasus Royalti Mie Gacoan, Diselesaikan Lewat Keadilan Restoratif
Tak ketinggalan, Bidang Pengembangan Potensi dan Evaluasi disiapkan sebagai laboratorium ide untuk mencari sumber duit baru bagi kas daerah.
"Struktur organisasi ini diharapkan menjamin adanya keselarasan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan," tulis dokumen Renstra tersebut.
Dengan kata lain, Bapenda ingin memastikan setiap rupiah yang keluar untuk operasional sebanding dengan efisiensi kerja yang dihasilkan.
Beban Berat di Masa Transisi
Reformasi birokrasi di tubuh Bapenda ini menjadi krusial mengingat Parigi Moutong sedang berada di masa transisi kepemimpinan. Dengan masa jabatan kepala daerah yang berakhir pada 2023, mesin birokrasi dituntut tetap panas tanpa harus menunggu komando politik yang baru.
Namun, perombakan struktur hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah mengubah mentalitas pengelola pajak dari sekadar "penunggu loket" menjadi pemburu potensi yang progresif.
Jika hanya berganti nomenklatur tanpa perubahan budaya kerja, struktur baru ini tak lebih dari sekadar bagan di atas kertas yang tak punya taring dalam mendongkrak pendapatan. (adv)